Perang Wuhan, Saat Jepang Berhasil Mengalahkan 3 Juta Tentara China

Kota Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei di China sedang menjdi sorotan karena menjadi asal muasal virus Corona yang sekarang menjadi pandemi di dunia.

Dalam sejarah, Kota Wuhan ini pernah menjadi medan perang dahsyat pada tahun 1938. Perang ini terjadi setelah tiga kota utama di China ( Beijing, Tianjin, dan Shanghai) telah tangan Imperial Japan Army (IJA)/tentara kekasairan Jepang.

Battle of Wuhan itu sendiri dianggap salah satu pertempuran terbesar di dataran tengah China, saat itu sekitar 3.100.000 pasukan Republic of China (RoC) harus bertempur dengan pasukan IJA Jepang yang berjumlah 400.000 personel.

Di bawah komando Chiang Kai-shek Rakya China berusaha mempertahankan kota Wuhan dari serangan Jepang yang dipimpin oleh Yasuji Okamura.

Pertempuran berlangsung sejak 11 Juni hingga 27 Oktober 1938, pertempuran dimenangkan oleh IJA yang berhasil mencaplok Wuhan, China harus kehilangan 650.000-1 Juta pasukannya dari pertempuran keras tersebut, sedangkan IJA hanya kehilangan 31.500 pasukan.

Chiang Kai Sek menginspeksi pasukanya. Foto: wikipedia

Di pihak Jepang, sumber daya pasukan IJA terkuras karena banyaknya dan luasnya operasi militer sejak awal invasi. Bala bantuan kemudian dikirim ke China untuk meningkatkan kekuatan menyerbu Wuhan, tetapi ini memberikan tekanan besar pada ekonomi Jepang yang saat itu masih masa damai belum memasuki era Invasi.

Hal ini menyebabkan Perdana Menteri saat itu Fumimaro Konoe untuk menyusun kembali Kabinetnya pada tahun 1938 serta memperkenalkan UU Mobilisasi Nasional pada tanggal 5 Mei tahun itu sekaligus menandai Jepang beralih ke negara perang.

Baca Juga:  Kisah Bung Karno Yang Sanggup Memindahkan Makam Imam Bukhari ke Indonesia

Meskipun kebijakan ini menempatkan ekonomi Jepang pada melambatnya arus kas negara, prospek situasi ekonomi dalam jangka panjang juga tidak bagus, mengingat biaya mempertahankan militer yang dapat berurusan dengan Uni Soviet dalam konflik perbatasan. Karena itu, pemerintah Jepang ingin memaksa Cina agar tunduk dengan cepat agar dapat menyerap sumber daya China untuk melanjutkan keputusan mereka mengenai ekspansi ke utara dan ke selatan.

Perlawanan China harus diakhiri di Wuhan, dan itu berhasil.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan