Percepat Sertifikasi, PTDI Gunakan 2 Prototipe Pesawat N219

Untuk mempercepat mendapat sertifikasi laik terbang, PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI menggunakan dua prototype pesawat terbang N219 yang merupakan karya anak bangsa hasil kerja sama PTDI dan Lapan, di mana dua pesawat ini memiliki misi masing-masing.

“Dengan penggunaan dua prototype sebagai wahana sertifikasi uji terbang, kegiatan flight test bisa dioptimalkan karena tidak hanya bertumpu pada satu pesawat. Ini memungkinkan bisa tercapai Type Certificate di akhir tahun 2020,” kata Kepala Program N219 PTDI, Palmana Banandhi, Selasa, 10 November 2020 seperti dikutip dari tempo.co

Prototype pesawat pertama (Prototype Design 1) N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 231 cycle dan Flight Hours sebanyak 256 jam, sedangkan Prototype pesawat kedua (Prototype Design 2) N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 139 cycle dan Flight Hours sebanyak 170 jam.

Pesawat pertama N219 Nurtanio masih harus menjalani serangkaian pengujian, yakni menyelesaikan pengujian aircraft performance, karakteristik kestabilan dan pengendalian dan uji terbang struktur pesawat.

Sertifikat ini dikeluarkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil, dalam hal ini yang berwenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan karena akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum.

Baca Juga:  Beli 12 Unit, Indonesia Ingin Membuat Su-35 di Dalam Negeri

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan