Pesawat F-18 Super Hornet Direncanakan Jadi Pesawat Siluman

Pesawat F-18 Super Hornet dijadwalkan akan menjalani upgrade dan perpanjangan usia pakai mulai April 2018. Pesawat andalan milik US Navy ini kabarnya akan disulap jadi pesawat siluman.

Hasil dari operasi ini akan memungkinkan usia pesawat F18 Super Hornet ini bertambah 3.000 jam terbang penggunaannya.

F/A-18E/F Super Hornet ini mulai digunakan Angkatan Laut AS sejak 1999. Total ada sebanyak 500 unit pesawat ini telah diproduksi hingga sekarang.

“Super Hornet akan mulai menjalani modifikasi serta perpanjangan masa pakai mulai April tahun 2018,” ujar Wakil Presiden Boeing Program F/A-18 Dan Gillian pada 22 Desember tahun lalu di Washington.

Seperti dikutip Flightglobal, tahap pertama sebelum menjalani modifikasi, pihak Boeing akan menangani malasah korosi yang menimpa pesawat yang berbasis di kapal induk itu terlebih dahulu.

Boeing akan menganalisis penyebab korosi yang menyebabkan Super Hornet pernah dikandangkan sementara.

Kemungkinan, lanjut Gillian, tidak akan ada pergantian komponen yang mengalami korosi, namun melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi korosi.

Baru setelah itu akan dilakukan modifikasi peningkatan masa pakai. “Setelah program ini stabil, Boeing akan menambahkan kemampuan baru pada pesawat ini. Sekitar tahun 2022,” jelasnya.

Di antara yang akan ditambahkan pada Super Hornet adalah paket conformal fuel tank (CFT), radar Raytheon APG-63(V)3, serta perangkat elektronik pertahanan penangkal terintegrasi Block IV.

Baca Juga:  Pakistan Ingin Beli 30 Helikopter Serang Buatan Turki

Gillian menjanjikan, pilot AL AS nantinya akan menerbangkan pesawat F/A-18 siluman. Hal itu tercapai antara lain dengan penambahan material pelapis khusus dan cat baru. Pesawat ini akan menjadi pelengkap armada F-35.

Meski demikian, Gillian tidak menyinggung masalah desain mesin yang menyebabkan Super Hornet sulit dikatakan berkarakter siluman.

“Super Hornet adalah pesawat bersifat siluman yang cantik saat ini. Tidak perlu perubahan terlalu banyak pada pesawat ini,” ujarnya.

Program modifikasi Super Hornet dimulai tahun 2018 ini untuk 80 pesawat selama lima tahun. Anggaran tahun depan untuk 14 pesawat, sementara 66 lainnya diambil dari anggaran 2019 hingga 2022. (Angkasa Review)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan