Pesawat Ghostrider AC-130 Akan Dilengkapi Senjata Laser

Pesawat Ghostrider generasi keempat dan model terbaru dari seri tempur AC-130 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah dipersenjatai dengan meriam 30mm dan 105mm serta rudal AGM-176A Griffin dan memiliki kemampuan untuk membawa rudal Hellfire dan bom GBU-39 berdiameter kecil.

Tetapi selama bertahun-tahun, USAF telah memikirkan kemungkinan mempersenjatai pesawat terbang itu dengan laser.

Letnan Jenderal Bradley Heithold yang sekarang sudah pensiun pada tahun 2015 melayangkan kemungkinan untuk menambahkan laser untuk menggantikan meriam 105mm, laser ini dapat beroperasi secara defensif untuk menjatuhkan rudal yang datang ke kapal perang. Namun Heithold juga menyarankan, senjata itu bisa digunakan secara ofensif, untuk melumpuhkan kendaraan atau pesawat musuh tanpa ada yang melihat atau mendengar apa pun.

“Ini bukan Star Wars, teman-teman,” kata Heithold, yang saat itu menjadi kepala Komando Operasi Khusus Angkatan Udara, pada konferensi Asosiasi Angkatan Udara tahun itu. “Teknologinya sudah matang untuk melakukan ini. Andai saja Saya punya kesempatan, saya pasangin sekarang,” katanya.

Namun, untuk mendapatkan senjata laser agar siap dipasang pada Ghostrider membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan Heithold. Dia mengatakan itu kepada wartawan pada konferensi 2015 dan menginginkan pesawat AC-130 bersenjata laser bisa meluncur akhir dekade itu, yaitu tahun 2020. Namun masih tertunda walau progresnya tetap berjalan.

Pada awal 2019, Lockheed diberi kontrak untuk mengintegrasikan, menguji, dan mendemonstrasikan subsistem laser pada AC-130J.

Baca Juga:  Ledakan Dahsyat Guncang Beirut Lebanon Efeknya Seperti Bom Atom

“Penyelesaian pencapaian ini merupakan pencapaian luar biasa bagi pelanggan kami,” kata Rick Cordaro, wakil presiden Lockheed Martin Advanced Product Solutions, dalam rilis 6 Oktober. “Tonggak keberhasilan misi ini adalah bukti kemitraan kami dengan Angkatan Udara AS dalam mencapai kemajuan penting dalam pengembangan sistem senjata laser dengan cepat. Teknologi kami siap untuk digunakan hari ini.”

Lockheed juga bekerja pada program laser udara untuk Naval Surface Warfare Center, Divisi Dahlgren, di bawah kontrak $ 12 juta yang diberikan pada bulan Juli.

Ghostrider adalah peningkatan yang signifikan atas pesawat tempur AC-130U Spooky yang lebih tua, dengan avionik, sistem navigasi, dan senjata yang ditingkatkan. Ini mencapai kemampuan operasional awal pada September 2017. Skuadron pertama menerima Ghostrider versi Block 20 pada Februari 2018, dan AFSOC mendapatkan Blok 30 AC-130J yang lebih canggih pada tahun berikutnya.

Sumber: Vita/Fanspage Faebook TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan