Pesawat N219 Nurtanio Jalani Uji Tabrak Burung

Bertempat di Lab. Uji Aerostruktur Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) LAPAN, Bogor hari ini Ahad (25/10) Tim dari LAPAN, PT. Dirgantara Indonesia dengan pengawasan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan melakukan uji tabrak burung ke kaca kokpit N219 Nurtanio.

Sasaran ditabrakkan dengan kecepatan 115 Knots. Pengujian dipimpin Koordinator Bidang Program dan Fasilitas Pustekbang, Ir. Agus Aribowo, M.Eng. Indonesia semakin maju dalam kemandirian teknologi penerbangan.

Burung menabrak pesawat akibatnya akan sangat fatal bahkan bisa menyebabkan pesawat terjatuh.

Sebagian besar insiden ini terjadi di siang hari, khususnya saat lepas landas dan hendak mendarat karena biasanya burung terbang dalam ketinggian 150 meter. Jika pesawat menabrak burung biasanya ia akan masuk ke baling-baling.

Setelah masuk ke baling-baling, bukan tidak mungkin mesin pesawat akan rusak karena bagian tubuh burung remuk dan membuat mesin macet.

Baca Juga:  TNI bertekad Tak Akan Beli Lagi Senjata Dengan Skema Hibah

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan