Pesawat Rafale India Akan Dipersenjatai Bom Pintar AASM Hammer

Pesawat tempur Rafale Angkatan Udara India (IAF) akan dipersenjatai dengan munisi presisi berpemandu udara-ke-darat AASM (Armement Air-Sol Modulaire) Hammer yang dirancang oleh Sagem, yang merupakan anak perusahaan Safran.

“Pesanan untuk bom HAMMER sedang diproses dan pemerintah Prancis telah setuju untuk segera memasoknya kepada kami untuk pesawat tempur Rafale kami,” kata sumber pemerintah India seperti dikutip oleh ANI News pada 23 Juli.

Jet-jet Rafale India telah dilengkapi dengan rudal SCALP dengan jangkauan lebih dari 300 km, dan rudal Beyond Visual Range Missile (BVRM) Meteor dengan jangkauan 150 km, menurut laporan tersebut.

“HAMMER akan memberi India kemampuan untuk menghancurkan bunker atau tempat perlindungan yang diperkuat dengan beton di segala medan termasuk lokasi pegunungan seperti Ladakh Timur,” kata narasumber itu kepada ANI.

Pada April 2016, Safran memilih OIS Advanced Technology (OIS-AT) sebagai pabrikan India untuk memproduksi AASM Hammer Bomb Guidance dan Glide Kit.

Senjata modular udara-ke-darat (AASM) “HAMMER” adalah perangkat modular interoperable yang otonom yang tidak sulit di-jam yang menggunakan serangkaian perangkat pemandu (INS/GPS, INS/GPS/Infra Merah dan INS/GPS/Laser).

Safran mengatakan AASM Hammer memiliki kemampuan fire and forget dan dapat menyerang sasaran dalam jarak sangat pendek (0km) hingga jarak jauh (dari 20Km+ hingga 70Km+ tergantung pada ketinggian pelepasannya). Sistem ini terdiri dari guidance kit (kit pemandu) dan range extension kit (kit penambah jarak) yang dipasang pada badan bom standar seri Mk80 atau sejenisnya. Badan bom ini bisa berupa bom general purpose (Mk82, BLU111) atau bom penetrasi (BANG).

Baca Juga:  Jepang Terima 4 Kendaraan Lapis Baja Bushmaster Tambahan dari Thales Australia

AASM Hammer dapat digunakan pada misi Close Air Support serta misi deep strike (menyerang jauh ke dalam wilayah musuh), dan menawarkan fleksibilitas, yang akan dilengkapi dengan kemampuan datalink yang kini sedang dikembangkan.

Senjata ini intinya adalah komponen inersial dan optronik buatan Safran, yaitu Hemispheric Resonating Gyro, Intertial/GPS hybridization, dan infrared imager (pencitra inframerah) dan algoritme terkait.

Versi senjata berpemandu AASM Hammer dengan INS/GPS dan bom 250 kg, telah digunakan oleh AU Prancis sejak 2008, dan oleh Penerbangan AL Prancis sejak 2010. Militer Prancis sekarang menggunakan versi baru dengan pemandu terminal laser, mampu mengenai sasaran yang bergerak. Versi pemandu infra merah (IR) AASM menampilkan perangkat pemandu dengan pencitra inframerah di nose cone, bersama dengan sistem pemandu hibrida inersial/GPS. Dengan menambahkan pemandu terminal inframerah ke versi standar AASM dengan hibrida inersial/GPS, Hammer IR terbukti sangat cocok untuk serangan presisi terhadap sasaran dengan koordinat yang tidak pasti, menawarkan akurasi perkenaan hingga beberapa meter, bahkan ketika sinyal GPS tidak tersedia. Misi direncanakan menggunakan sistem perencanaan dan restitusi misi SLPRM Sagem.

Sumber : defenseworld.net via FP TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan