Prabowo Ingin Alutsista Dengan Teknologi Tinggi Untuk TNI AL

Blusukan ke galangan kapal di Bekasi, ke PT Tesco Indomaritim di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menginginkan agar teknologi tinggi mewarnai alutsista TNI Angkatan Laut.Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Pertahanan Laksdya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD”Pak menhan ini kan inginnya hi tech (teknologi tinggi). Jadi Indonesia dengan keterbatasan anggaran ini harus memanfaatkan secara maksimal teknologi yang dimiliki,” ujarnya seperti dikutip dari CNBC Indonesia (6/8/2020).Selain meningkatkan daya deterren, tujuan lain adalah untuk efisiensi”Jadi intinya malah justru dengan teknologi tinggi itu kita ingin efisiensinya kan gitu. Jadi anggaran bisa lebih dihemat dan banyak kan program-program Kemhan ini dan juga ditujukan membantu pemerintah menghadapi Covid-19. Itu salah satunya tujuannya kunjungan kemarin itu.”PT Tesco Indomaritim merupakan perusahaan galangan kapal swasta nasional yang juga termasuk dalam perusahaan industri strategis pertahanan dalam negeri.Salah satu produk PT Tesco Indomaritim adalah kapal tanpa atau kapal dengan kategori unmanned surface vehicle (USV).“Masih satu-satunya galangan kapal yang sudah fokus kepada upaya efisiensi. Jadi kapalnya tidak terlalu besar tapi dimanfaatkan dengan USV-nya. Tapi dengan USV ini teknologinya jadi lebih tinggi. Nah kemudian juga PT Tesco memiliki kelebihan lain, yaitu konsentrasinya kepada kapal yang terbuat alumunium. Alumnium kan jauh lebih sulit dibandingkan baja baik untuk desainnya maupun polanya maupun pengelasannya,” kata Amarulla.Beberapa kapal pesanan dari TNI AD telah dikerjakannya, yakni Kapal Cepat KMC Komando, termasuk TNI AL seperti Landing Craft Vehicle Personel 12 Meter, Fast Patrol Boat 28 Meter, Landing Carrier Utilities 24 Meter, KAL 28 meter, RFIB dan kapal pesanan TNI panjang 38 meter.(cnbcindonesia.com)

1 Komentar

  1. Sangat bisa koq ini. Yang penting dukungan dari pemerintah nya full, konsisten, bukan cuma pencitraan doank, ga takut n ga terpengaruh sama intervensi dr luar.

Tinggalkan Balasan