Presiden Guinea Dikudeta Setelah Amandemen UU Agar Bisa Menjabat 3 Periode

Militer Guinea menggulingkan pemerintahan dan menangkap Presiden Alpha Conde. Guinea merupakan salah satu negara termiskin di Afrika Barat meskipun kaya akan sumber daya alam. Kudeta ini terjadi setelah ada amandemen konstitusi pada 2020 yang memungkinkan presiden menjabat 3 periode.

Guinea adalah pemilik cadangan bauksit (bahan dasar alumunium) terbesar di dunia dengan mencapai angka 25%. Sumber daya alam lainya adalah emas. Menurut Factbook CIA, ekspor utama Guinea adalah bauksit 40% dan emas 40%.

Dilansir dari AFP, kudeta tersebut dilakukan oleh Pasukan khusus Guinea pada Minggu (5/9) dan langsung memberlakukan jam malam. Mereka juga membubarkan konstitusi. Kudeta dipimpim oleh komandan pasukan Elit France Legionare, Letnan Kolonel Mamady Doumbouya.

Guinea merdeka tahun 1958 dari Prancis. Saat itu Prancis menawarkan Guiena menjadi provinsi resmi dari Prancis dengan nama Prancis-Afrika, namun usulan ini ditolak dalam sebuah referendum, rakyat memilih merdeka.

Demografi Guinea, 90% penduduk negara ini memeluk agama Islam dengan aliran Suni. 5 Kristen Protestan dan sisanya animisme.

Setelah merdeka, Guinea menjadi negara sosialis yang pro Uni Soviet. Dibawa diktator Ahmad Sekou Toure, lalu diikuti oleh Lansana Conte, yang meninggal pada 2008.

2008-2009 Guiena dikuasai oleh junta militer di bawah kapten Moussa Dadis Camara. Yang kemudian menyusun konstitusi baru yang demokratis.

Pada tanggal 7 November 2010, andalan oposisi, Alpha Conde menjadi presiden pertama yang dipilih secara bebas dalam sejarah Guinea. Dia terpilih kembali pada tahun 2015 untuk masa jabatan kedua setelah pemilihan yang diwarnai kekerasan dan di tengah tuduhan kecurangan. Lalu pada 2020 dia melakukan amandemen konstitusi yang mengizinkan dia untuk menjabat presiden selama 3 periode, hingga digulingkan dalam kudeta militer kemarin.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan