Produksi Massal Perdana Pesawat Siluman S-57 Siap Perkuat Militer Rusia

Pesawat jet tempur siluman Su-57 akhir diproduksi massal. Pengembangan pesawat ini memang sempat simpang siur apakah akan dilanjutkan ke level produksi atau sudah cukup prototipe-nya aja.

Dikembangkan sejak 2002 dan Prototipe pertamanya terbang pada 29 Januari 2010, serta sudah terjun ke arena perang di Suriah.

Pengembanganya sempat terganjal pada pilihan mesin yang kurang powerfull karena desainya yang memadukan fighter dan interceptor. Serta desain yang kurang dalam hal membawa amunisi. Ditambah pengembangan T-50 PAKFA yang lebih menjanjikan sebagai pesawat siluman.

Namun jawaban resmi kelangsungan Su-57 terjawab. Bahwa Rusia siap menerima produksi batch pertama.

“Mengenai program pembuatan pesawat generasi kelima, kami dapat melihat bersama Anda bahwa pesawat Su-57 pertama yang diproduksi serial sebenarnya siap untuk dikirim ke pasukan. Itu akan dikirim ke Angkatan Udara sebelum akhir tahun ini,” kata Wakil Menteri Pertahanan Alexei Krivoruchko kepada wartawan.

Pengumuman itu disampaikan setelah Krivoruchko mengunjungi Komsomolsk-on-Amur Aviation Enterprise, pabrikan yang sedang membangun jet tempur Rusia paling canggih, pada hari Jumat pekan lalu.

“Tahun depan, kami berharap mendapatkan pesawat seperti itu dan selanjutnya produksi mereka akan berlipat ganda,” ujarnya, dikutip dari kantor berita TASS, Minggu (10/11/2019).

Menurutnya, di bawah kontrak saat ini, Angkatan Udara Rusia akan menerima 76 unit pesawat tempur generasi kelima Su-57 pada tahun 2028.

Baca Juga:  Roc Stratolaunch, Pesawat Terbesar di Dunia Terbang Perdana

Su-57 adalah pesawat tempur multirole generasi kelima yang dirancang untuk menghancurkan semua jenis target udara, darat dan laut. Jet tempur Su-57 memiliki teknologi stealth (siluman) dengan penggunaan material komposit yang meluas, yang mampu mengembangkan kecepatan jelajah supersonik dan dilengkapi dengan peralatan radio-elektronik onboard yang paling canggih, termasuk komputer onboard yang kuat.

Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem radar yang menyebar ke seluruh tubuh pesawat dan beberapa inovasi lainnya, khususnya, persenjataan yang ditempatkan di dalam badan pesawat.

Su-57 naik terbang ke udara untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Januari 2010. Dibandingkan dengan pendahulunya, Su-57 menggabungkan fungsi pesawat serang dan jet tempur.

Persenjataan pesawat tersebut akan mencakup rudal hipersonik. Jet tempur generasi kelima telah berhasil diuji dalam kondisi tempur di Suriah.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan