Punya Masalah Perbatasan Dengan Tetangga, Tajikistan Berencana Beli Drone Bayraktar Turki

Tajikistan bergabung dengan tetangganya di Asia Tengah dalam memperoleh kendaraan udara tak berawak Bayraktar TB2 buatan Turki (UCAV), yang dilaporkan menjadi pembeli terbaru dari drone terkenal di dunia di tengah perselisihan perbatasannya dengan negara tetangga Kirgistan, yang juga memiliki UCAV yang sama.

Beberapa media Turki melaporkan berita Tajikistan membeli UCAV yang diproduksi oleh raja drone Turki Baykar yang sudah ada di inventaris lebih dari 10 negara.

Meskipun belum ada pernyataan resmi yang dirilis dari kedua belah pihak, Kirgistan mengkonfirmasi pembelian tersebut.

Mirlan Samyikozho, seorang anggota parlemen Kirgistan, dilaporkan bertanya kepada pejabat Menteri Luar Negeri Kirgistan Zheenbek Kulubaev apakah ada berita tentang pembelian tersebut.

Sebagai tanggapan, Kulubaev mengkonfirmasi bahwa pemerintahan Dushanbe di negara tetangga Tajikistan memang telah membeli drone tempur.

Menteri Kirgistan menambahkan bahwa negara tersebut menyampaikan keprihatinannya kepada Turki karena Kirgistan dan Tajikistan masih memiliki perselisihan yang belum terselesaikan. Ankara dilaporkan menanggapi dengan mengatakan bahwa ini hanya bisnis dan bahwa kerja sama militer dan teknis dengan Kirgistan akan berlanjut.

Kulubaev menambahkan bahwa Bishkek akan tetap berkomunikasi dengan Ankara sehubungan dengan masalah ini.

Dengan pengadaan terbaru, jumlah negara yang memiliki drone Bayraktar TB2 meningkat menjadi 19 negara.

Baykar bulan lalu mengatakan bahwa perusahaan telah menandatangani kesepakatan penjualan dengan tiga negara lagi dan jumlah pembeli mencapai 19. Media Turki berspekulasi bahwa Tajikistan adalah salah satu dari tiga pembeli baru.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan