Rahasia Kebangkitan Turki, Anggaran Pendidikan dan Persatuan Bahasa

Sampai memasuki tahun 2000, Turki tetaplah negara dengan ekonomi terlemah di Eropa. 1 dollar Amerika dihargai dengan kurs 1.350.000 Lira Turki. 1 dollar sama dengan 1 juta lira lebih. Jauh lebih parah dari Indonesia.

Revolusi Turki dimulai tahun 2005. Dua tahun setelah Erdogan memegang tampuk kepemimpinan pada 2003. Saat itu menjadi Perdana Menteri.

Mata uang Lira diredominasi, “1.000.000 Lira” dihapus dijadikan “1 New Lira” saja. Langkah kontroversial Erdogan saat kali pertama menjadi Perdana Menteri sangat mudah dipahami rakyatnya. Karena kuncinya ada pada penguasaan Bahasa Nasional.

Dalam “haul” kematian Kemal Attaturk yang selalu diperingati secara besar-besaran di Turki pada bulan November. Erdogan memuji kebijakan Attaturk tentang pendidikan bahasa nasional Turki.

Attaturk saat berkuasa cukup kontroversial dengan melarang warga Turki berbahasa asing, bahkan suara Azan dan Iqomah pun diganti bahasa Turki.

“Generasi Turki muda sekarang lebih mudah memahami arah pembangunan nasional Turki karena tidak ada yang salah faham dalam menafsirkan ucapan pemimpin Turki,” Kata Erdogan saat itu memuji persatuan nasional bangsanya.

Gambar Erdogan disejajarkan dengan Mustafa Kemal Attaturk dalam Peringatan Attaturk Youth Day setiap tanggal 18 Mei

Persatuan dan Kesatuan Nasional mustahil digapai sebuah bangsa jika rakyatnya masih gagap dalam memahami bahasa Nasional.

Faktor kedua adalah Pendidikan.

Revolusi Pendidikan di Turki dimulai tahun 1995 saat masa pemerintahan Perdana Menteri Necmetin Erbakan. Dalam periode singkatnya, hanya 2 tahun, Erbakan membuat UU pendidikan yang menanggung biaya pendidikan sekolah swasta sampai perguruan tinggi.

Baca Juga:  Perang Jawa I : Perang Saudara Yang Mengubah Peta Sejarah Nusantara

Sekolah-sekolah Swasta ini yang kemudian jadi pelopor pergerakan politik di masa Erdogan.

Saat Erdogan naik jadi Perdana Menteri dia membuat UU Zona Pengembangan Teknologi yang berisi meningkatkan kerjasama antara Universitas, lembaga penelitian dan industri untuk melaksankan riset dan pengembangan alutsista.

Dalam Riset dn pengembangan ini ketiga pilar diatas ini bekerja berdasarkan kebutuhan modernisasi masing-masing matra seperti MBT Altay, Kapal Perang Korvet kelas MILGEM dan LHD kelas Anadolu yang saat ini sedang dibangun sedangkan di matra udara yang dipandegani oleh TAI saat ini sedang bekerja keras untuk mengembangkan pesawat generasi kelima sendiri yaitu Turkish Fighter Experiment (TFX).

Untuk mendukung Riset dan Pengembangan Pemerintah Turki memberikan insentif yang signifikan bagi industri pertahanan domestic berupa pengurangan pajak korporasi hingga 90% dan memberikan kontribusi 50% untuk investasi dalam pembangunan pabrik baru.

untuk angggaran RnD sendiri Pemerintah Turki menggenjot dari nol menjadi 1,2 Miliar USD untuk mengembangkan subsistem berteknologi tinggi seperti roket berbahan bakar hibrida , semi konduktor dan mesin. hasilnya sangat mengagumkan laju pembuatan alutsista domestik (indigineous) meningkat dari 20% menjadi 65% antara tahun 2002-2020.

Pada tahun 2002 ada 66 proyek pertahanan Turki dengan nilai total 5,5 Miliar USD, kini tahun 2020 ada lebih 600 proyek sedang dikerjakan oleh 1000 perusahaan , UKM, lembaga penelitian dan universitas dengan nilai total mencapai 60 Miliar USD. Dalam waktu dekat Turki berencana untuk membangun kapal Destroyer berkemampuan anti-udara dan kapal selam nasional.

Baca Juga:  Bintang Kejora Bukan Asli Papua Tapi Ciptaan Penjajah

Hasilnya, Turki pun bisa bangkit lagi menjadi bangsa yang disegani di Dunia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan