Rayu Mesir, Turki Siap Mundur Dari Libya dan Menangkap Aktivis Ikhwanul Muslimin

Turki telah menetapkan rencana untuk menormalkan hubungan dengan Mesir dalam lima bulan, TV al-Arabiya melaporkan pada 11 April.

Awal pekan ini, Mesir menangguhkan pembicaraan normalisasi dengan Turki hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan kegagalan Ankara untuk memenuhi tuntutannya, terutama yang terkait dengan situasi di Libya, sebagai alasannya.

Sebuah sumber TV Al-Arabiya bahwa Turki siap menghormati kedaulatan Mesir dan semua negara Arab dalam sebuah pesan baru.

“Ankara memberi tahu Kairo tentang jadwal penarikan militan [tentara bayaran dari Suriah] dari Libya,” kata sumber itu. Kairo telah meminta janji dari Ankara yang menjamin penarikan tentara bayarannya itu dari Libya.

Menurut sumber tersebut, tuntutan Mesir yang harus dipenuhi Turki sejauh ini mencakup:

Memaksa para pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin – yang dilarang di Mesir – menghentikan kerja politik dari Turki.

  • Menghentikan sementara kegiatan beberapa organisasi yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin.
  • Melarang sumbangan apapun untuk Ikhwanul Muslimin di Suriah dan Libya.
  • Menangkap orang Mesir yang baru kembali dari Suriah.
  • Mengakhiri pendanaan untuk saluran TV yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin.
  • Memberlakukan pembatasan bergerak untuk dua pentolan Ikhwanul Muslimin yang berada di Turki yaitu Yahya Musa dan Alaa al-Samahi, yang dicari oleh pihak berwenang di Mesir.

Kontak bilateral antara Turki dan Mesir diperbarui bulan lalu. Pada 10 April, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry melakukan panggilan telpon dengan mitranya dari Turki Mevlüt Çavuşoğlu untuk memberi selamat kepadanya atas kedatangan bulan suci Ramadan.

Baca Juga:  Akurasi Tembakan Rudal Tomahawk Memalukan

Mesir ingin Turki mengurangi pengaruh Ikhwanul Muslimin dan mengakhiri intervensinya di Libya. Di sisi lain, Turki mencari kesepakatan perbatasan laut dengan Mesir di daerah yang kaya minyak.

Turki mengaku siap mengambil langkah serius menindak aktifis Ikhwanul Muslimin untuk meyakinkan Mesir, walaupun Turki belum serius menepati permintaan dari Mesir tentang Libya. Sekitar 6.000 militan Suriah yang didukung Turki masih berada di negara Afrika utara itu.

Tuduhan rencana Turki untuk mundur dari Libya dalam lima bulan mungkin hanyalah janji kosong. Beberapa hari yang lalu, Ankara mengirim gelombang baru militan Suriah ke negara itu.

Channel Militermeter

1 Trackback / Pingback

  1. Mesir dan Turki Gelar Perundingan Untuk Perdamaian di Libya – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan