Rekrut Anggota TNI, BNN Siapkan Tahanan Narkoba di Natuna

Den Bravo Kopaskhas TNI AU

Badan Narkotika Nasional ( BNN) sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo untuk melengkapi persenjataan canggih lebih hebat dari yang dimiliki oleh TNI dan Polri yang jangkauan tembakan mencapai 1,6 kilometer tembakan lurus sedangkan, tembakan lambung mencapai 2,4 km.

Bahkan, BNN akan mengambil prajurit TNI yang handal dan terlatih dalam membekuk bandar narkoba yang makin menjadi-jadi yang sudah menjadi musuh negara yang tujuannya menghancurkan NKRI.

BNN juga menguraikan, bahwa semua jenis narkoba selain ganja adalah merupakan pasokan dari luar negeri termasuk ada narkoba jenis yang baru jenis ekstasi masuk ke Indonesia yang ternyata kiriman dari negara Jerman.

Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso ( Buwas ) saat menjadi pembicara dalam acara workshop tentang pemberantasan peredaran narkoba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah , Selasa (18/10/2016) mengatakan, soal pengadaan senjata canggih dan bekerjasama dengan TNI, sudah dapat persetujuan Presiden, tinggal persetujuan DPR RI.

Menurut Budi Waseso, yang mengaku datang ke Palangkaraya sekaligus untuk mengenang masa lalu dia saat menjadi Kapolresta Palangkaraya, selama ini pihak BNN dan polisi kesulitan dalam proses hukum bandar narkoba, karena meskipun pelaku dan modus serta jaringan sudah diketahui secara akurat.

Namun lanjut dia, kesulitan sering ditemukan dilapangan terkait barang bukti dan alat bukti terhadap bandar narkoba untuk membekuknya untuk mengajukannya ke persidangan.

Baca Juga:  Sambangi AS, Menhan Yakin Indonesia Bebas Sanksi Jika Beli Pesawat Rusia

“Kendala ini yang sering kami hadapi dilapangan untuk polisi dan BNN dalam melakukan operasi,” katanya.

Lalu kenapa BNN mengandeng TNI dalam melakukan operasi membekuk bandar narkoba tersebut?

“Indonesia sudah darurat narkoba. Bandar Narkoba merupakan musuh negara yang harus dibasmi. Yang bisa membasmi musuh negara adalah TNI bekerjasama dengan polisi membekuk bandar narkoba,” katanya.

Buwas menegaskan, dengan kesiapan TNI yang selalu melakukan latihan rutin untuk perang melawan musuh negara serta dengan dilengkapi senjata canggih, ketika data dan fakta sudah lengkap dan jelas, bahwa sosok yang ditarget adalah bandar narkoba.

“TNI bisa melakukan penembakan hingga mati terhadap pelaku, karena dia adalah musuh negara yang harus dibasmi. TNI khusus untuk melakukan penembakan saja, soal jenazahnya, nanti jadi urusan polisi dan BNN untuk membungkusnya dengan kantong jenazah, itu bukan lagi urusan TNI,” ujar Buwas.

Buwas juga mengatakan, usulannya dalam rapat kabinet kepada Presiden Joko Widodo, untuk menempatkan semua tahanan narkoba dalam satu pulau yang banyak binatang buasnya seperti buaya sudah disetujui.

“Sehingga rencananya gedung tahanan narkoba tersebut akan dibangun di dekat pulau Natuna yang dijaga ketat oleh TNI,” tegas Buwas yang menceritakan ayahnya adalah mantan anggota Kopassus. (tribunnews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan