Resmi, Indonesia Batal Beli Sukhoi Su-35 Karena Takut Embargo dari Amerika

Media militer luar negeri, Janes,com memberitakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan akuisisi pesawat tempur multirole Sukhoi Su-35 ‘Flanker-E’.

Sebagai gantinya, Indonesia akan memilih Dassault Rafale (Buatan Perancis) dan Boeing F-15EX Eagle II (Buatan AS) untuk Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU), hal tersebut dinyatakan langsung oleh KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo pada 22 Desember.

Berbicara kepada media lokal di Jakarta, Prasetyo mengkonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan (MoD) kini telah membatalkan rencana untuk mengakuisisi Su-35 dengan alasan anggaran dana. Kementerian Pertahanan sekarang mencari untuk pesawat dengan skema harga yang lebih murah agar bisa cukup untuk membuat dua atau tiga skuadron pesawat tempur baru.

Meskipun Prasetyo tidak memberikan perincian mengapa kesepakatan dengan Rusia gagal, Janes menilai bahwa keputusan seperti itu kemungkinan dipengaruhi oleh perselisihan dengan Rusia mengenai persyaratan imbal dagang dan kekhawatiran bahwa akuisisi Su-35 akan menyebabkan Amerika Serikat menjatuhkan embargo sanksi. Seperti diketahui, AS mengancam setiap negara yang bertransaksi dengan Rusia menggunakan Undang-undang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Dengan demikian terjawab sudah teka-teki nasib pembelian Sukhoi Su-35 yang terkatung-katung sejak pergantian Presiden dari SBY ke Jokowi pada 2014 silam. Hampir 7 lebih tanpa kepastian.

Baca Juga:  Delegasi UEA Berkunjung ke Israel Tinjau Pesawat F-35

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan