Rheinmettal Jerman Siap Buka Pabrik di India

Rheinmetall dari Jerman sedang berencana untuk menginvestasikan dana sebesar $ 1 miliar untuk mendirikan fasilitas produksi di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Perusahaan Jerman tersebut sedang menjajaki kemungkinan pembuatan sistem pertahanan udara jarak pendek Skyshied bersama dengan perusahaan India Bharat Heavy Electricals Limited (BHEL). Jika terlaksana, proyek ini akan dilanjutkan dengan produksi bersama meriam tank dan meriam artileri.

CEO Rheinmetall Electronics Division, Susanne Wiegand, dan CEO Rheinmetall Air Defense, Fabian Ochsner mengadakan konferensi video dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Sedang India, Siddharth Nath Singh mengenai penawaran investasi di negara bagian India tersebut. “Rheinmetall telah menyampaikan pernyataan minatnya kepada BHEL mengenai hal ini dan jika kemitraan tersebut berjalan dengan lancar, berpotensi menghasilkan investasi lebih dari $ 1 miliar,” kata seorang pejabat kontraktor pertahanan Jerman kepada Financial Times pekan lalu.

Skyshield dimaksudkan sebagai pertahanan udara jarak pendek untuk menghancurkan pesawat dan rudal musuh. Sistem senjata ini dapat diangkut oleh truk dan sistem transportasi lainnya. Sistem persenjataan terdiri dari dua meriam revolver Oerlikon 35 mm dengan rate of fire 1.000 peluru per menit, sistem fire control yang terdiri dari unit sensor dan pos komando yang terpisah. Skyshield juga dapat menggunakan hingga dua modul 8-sel rudal permukaan-ke-udara untuk kemampuan pertahanan udara yang lebih luas.

Sumber : defenseworld.net via TSM.

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan