Rusia Gempur Posisi Turki dan Amerika Terus Curi Minyak Suriah dibantu Kurdi

Ilustrasi ladang minyak Suriah. Foto: fortune.com

Begini kondisi terkini di Suriah seperti dilansir oleh media Southfront.org pada 22/09/2020. Di Provinsi Idlib, Suriah yang dikuasai oleh militer Turki, Angkatan Udara Rusia terus melanjutkan serangan udara mereka yang menggempur teroris yang didanai Turki di seluruh wilayah itu. Pada 20 September dan 21 September, serangan ini juga didukung oleh Tentara Suriah yang melakukan serangan terhadap posisi teroris di Lattakia utara dan kawasan jalan tol M4 di selatan Idlib.

Sedangkan pasukan militan anti pemerintah Suriah yang disokong Koalisi pimpinan AS dan organisasi afiliasinya telah meningkatkan aktivitas bisnis mereka terkait dengan infrastruktur ladang minyak Suriah yang mereka kuasai.

Menurut media pemerintah Suriah, tepat pada 20 September, setidaknya 30 truk tangki berisi minyak dari ladang yang dikuasai AS meninggalkan Suriah melalui daerah al-Walid di perbatasan dengan Irak. Minyak dari bumi Suriah itu lalu diolah dan diekstraksi oleh perusahaan AS Delta Crescent Energy. Perusahaan beroperasi dalam koordinasi dengan kelompok bersenjata Kurdi yang didukung AS, Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dalam pernyataan publik, pimpinan SDF kerap menggunakan kata-kata lantang tentang patriotisme dan kebutuhan untuk melayani kepentingan rakyat Suriah. Namun dalam praktiknya, niat patriotik para pemimpin Kurdi terbatas pada hal-hal yang lebih praktis seperti penjarahan sumber daya minyak Suriah bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:  HRW: 300 Desa Rohingya Hancur di Myanmar Sejak Agustus 2017

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan