Rusia Makin Kewalahan di Ukraina, Tinggal Menghitung Hari Siap Kalah

Posisi Rusia dalam invasinya ke Ukraina makin berada di ambang kekalahan. Deklarasi pada 30 September, yaitu bergabungnya 3 provinsi Ukraina ke Federasi Rusia hanyalah kamuflase.

Secara cepat, satu per satu wilayah yang menyatakan bergabung ke Rusia direbut kembali tentara Kiev. Kerja tentara Ukraina menjadi sangat mudah, karena lawan yang dihadapi hanyalah pasukan Rusia hasil mobilisasi paksa yang minim kemampuan tempur.

Kontingen militer terbatas Angkatan Bersenjata Rusia, bersama dengan unit DPR dan LPR, terus menahan serangan Angkatan Bersenjata Ukraina di utara wilayah Donbass, menunggu bala bantuan dari prajurit Rusia yang baru saja dimobilisasi. Juga, unit Ukraina beralih ke operasi ofensif aktif di wilayah Kherson, di mana, setelah lama menyelidiki pertahanan Rusia, mereka berhasil maju di utara wilayah tersebut.

Pada 1 Oktober, Angkatan Bersenjata Ukraina mengambil alih kota pertama yang memasuki Federasi Rusia sehari sebelumnya. Setelah pertempuran yang berkepanjangan, unit-unit Rusia mundur dari Krasny Liman.

Serangan Ukraina berlanjut. Unit penyerang menguasai desa Terny. Serangan lebih lanjut diperkirakan terjadi pada posisi Rusia di Kremennaya, di mana Ukraina dapat maju di sepanjang jalan dari Torskoe dan menyerang, bersembunyi di hutan di selatan kota.

Pada saat yang sama, pasukan Ukraina memperluas jembatan di wilayah Kupyansk dengan tujuan untuk lebih maju ke timur dan memotong jalan ke Svatovo. Kelompok penyerang Ukraina mencoba untuk maju di sepanjang jalan ke arah desa Orlyanka.

Baca Juga:  Rusia Siap Parkir Pesawat Nuklir di Suriah, Perang Nuklir Diambang Pintu?

Di utara Kupyansk, militer Ukraina sedang mengkonsolidasikan pasukan di tepi kiri Sungai Oskol di daerah Dvurechnaya.

Mundurnya unit-unit Rusia semakin mengancam komunikasi seluruh kelompok Donbass dari utara.