Satu Prajurit TNI Gugur di Kongo Saat Bertugas Untuk PBB

Seorang tentara Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo gugur dan seorang lagi terluka, dalam serangan milisi pada Senin malam (22/06) di sebelah timur negara yang tengah bermasalah itu.Prajurit yang gugur tersebut adalah
Sersan Mayor Rama Wahyudi yang berasal dari Detasemen Peralatan (Denpal) 1/4 Pekanbaru.Dalam berita yang dirilis oleh PBB,
Patroli pasukan PBB diserang sekitar 20 kilometer dari kota Beni di provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo.”[Seorang anggota] Helm Biru meninggal dan yang lain terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil,” katanya.Dalam sebuah pernyataan, komandan MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh “tersangka anggota ADF” – Allied Democratic Forces, sebuah kelompok bersenjata yang sangat dikenal di Republik Demokratik Kongo timur.Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat. Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO.ADF adalah gerakan yang terutama yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an, menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.Pada tahun 1995, mereka pindah ke Kongo, yang kemudian menjadi basis operasinya, meskipun mereka kemudian tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.Menurut catatan PBB, ADF telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober, ketika tentara Kongo melancarkan ofensif terhadap mereka.Sebelumnya ADF menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan tujuh tentara dalam serangan pada Desember 2018.

Channel Militermeter

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan