Senjata Baru F-18 Hornet, Rudal Siluman Anti Kapal Jarak Jauh

Koleksi rudal anti kapal dan rudal jelajah Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) kini semakin bertambah setelah AGM 84 Harpoon dan BGM 109 Tomahawk kini seperti diberitakan oleh Janes (25/12/2019) AL AS resmi mengoperasikan rudal jelajah anti kapal AGM 158C buatan Lockheed Martin, Rudal ini didapuk menjadi bawaan wajib jet tempur F/A 18/E/F Super Hornet ketika melakukan misi serangan maritime.

Bermula dari tahun 2009 LRASM yang dikembangkan dari rudal jelajah AGM 158 Joint Air To Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER), tujuan dikembangkan rudal anti kapal jarak jauh ini adalah untuk menghadapi semakin masifnya pembangunan AL China dan Rusia yang semakin hari kekuatan kapal perangnya tidak bisa dilawan dengan rudal anti kapal kelas menengah seperti Harpoon atau Exocet.

Yang namanya pengembangan tentunya ada yang ditambahkan dari model awalnya, LRASM dapat melaju menuju target secara otonom dengan bantuan GPS, sensor yang berada didalam rudal itu sendiri atau dengan data link melalui platform lain, selain itu untuk menghadapi peperangan elektronik /Electronic Warfare (EW) selain bentuk fisiknya yang Low Observerable (LO) alias stealth LRASM juga dibekali dengan sistem anti jamming yang mumpuni.

Bagaimana soal daya hancurnya? Secara umum LRASM dibekali dengan hulu ledak yang masif yaitu 450 kg dari jenis blast fragmentation, secara total LRASM bobot dari rudal siluman ini beserta sistem sensor dan roket pendorongnya mencapai 1 ton! Diharapkan dengan bobot jumbo dan hulu ledak masif rudal gambot ini dapat menjebol lambung kapal induk yang tebal.

Baca Juga:  Amerika Serikat Tes Rudal Pencegat Antar Benua GMD

Untuk platform pembawa selain jet tempur F 18E/F Super Hornet, LRASM dapat diintegrasikan oleh bomber B1 Lancer yang dapat membawa total 24 pucuk rudal atau pembom gambot B 52H Stratofortress yang dapat membawa total 16 pucuk rudal.

Sumber: Wolrd Defense Zone

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan