Seorang Jenderal Iran Tewas di Suriah Saat Menyergap ISIS

Seorang jenderal dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah tewas saat “dalam misi” di Suriah, media pemerintah Iran melaporkan pada 23 Agustus.

“Jenderal Abolfazl Alijani, seorang anggota pasukan darat IRGC yang sedang dalam misi di Suriah sebagai penasihat militer, menjadi martir pada [Minggu 21 Agustus],” kata penyiar negara di situs webnya.

Alijani, yang berasal dari pusat kota Esfahan, bukanlah anggota Pasukan Quds ekstrateritorial, tetapi seorang perwira Angkatan Darat IRGC.

Media pemerintah menggambarkan Alijani sebagai “pembela tempat suci,” istilah yang digunakan untuk mereka yang berjuang untuk Iran di Suriah, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan di mana dia terbunuh. Jenazah mendiang jenderal dilaporkan akan dipindahkan ke Iran dalam beberapa hari mendatang untuk pemakamannya.

Perlu dicatat bahwa pada 21 Agustus, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa empat personel yang berafiliasi dengan IRGC tewas dalam penyergapan oleh teroris ISIS di dekat kota kuno Palmyra di wilayah tengah Suriah. Kantor berita resmi ISIS, Amaq, belum mengkonfirmasi klaim kelompok pemantau tersebut.

Alijani adalah perwira IRGC kedua yang terbunuh di Suriah tahun ini. Pada tanggal 5 Juli, para penjaga mengumumkan bahwa perwira Mostafa Mahdovinejad telah kehilangan nyawanya di negara yang dilanda perang itu. Pangkat perwira dan sifat pasti pekerjaannya di negara tetap tidak diketahui.

Baca Juga:  Pesawat Rafale F4 Mulai Uji Coba Terbang

IRGC masih menjadi salah satu pendukung utama pasukan pemerintah Suriah. Para prrajuit Iran mempertahankan kehadiran besar di wilayah timur, tengah, utara dan barat laut negara itu, di mana mereka memerangi kelompok teroris seperti ISIS dan Hay’at Tahrir al-Sham yang berafiliasi dengan al-Qaeda.

Israel menuduh bahwa itu hanya kamuflase, tujuan utama kehadiran pasukan Iran di Suriah adalah sebagai jembatan untuk mempersiapkan kekuatan militer menyerang Israel untuk merebut kota Suci Yerussalem.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan