Seru! Debat DPR Lawan Prabowo Dalam Rapat Anggaran Yang Harusnya Jadi Rahasia Negara

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tetap bersikukuh agar rapat anggaran pertahanan negara antara kementeian dan DPR digelar secara tertutup karena menyangkut rahasia negara.

Dalam Rapat kerja (raker) Komisi I DPR RI dengan Kemenhan tersebut. Anggota Komisi I Effendi Simbolon meminta pemaparan anggaran secara terbuka.

Permintaan Effendi kemudian direspons oleh anggota Komisi I lainnya yakni Syaifullah Tamliha. Anggota dari Fraksi PPP itu menyebut selama ini pembahasan anggaran dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan sebelumnya selalu digelar tertutup.

“Sesuai kesepakatan rapat dengan kapoksi untuk anggaran nanti sesinya tertutup,” ucap Tamliha.

Prabowo juga menambahi, “Saya kira demikian. Saya katakan mengenai yang rinci, bersifat teknis dan anggaran, saya mohon tertutup. Kita akan sampaikan, kita akan bahas.”

Effendi pun nampak tidak puas. Dia beberapa kali menginterupsi rapat dan tetap ngotot ingin rapat secara terbuka. Kali ini dia mulai mendapat dukungan dari politikus PDIP Adian Napitupulu.

Anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra Sugiono juga menginterupsi. Dia meminta soal sifat raker tertutup atau terbuka didasari atas keputusan Prabowo selaku Menhan.

“Kesepakatan yang tadi kita ambil di pada saat kapoksi berkumpul. Namun, jika oleh rekan-rekan dirasa ada yang perlu disampaikan, saya kira keputusan tersebut kalau boleh disampaikan diambil oleh Menhan, karena beliau yang paham, juga hal-hal mana yang seharusnya disampaikan dalam rapat ini secara terbuka dan mana yang tertutup,” terangnya.

Baca Juga:  Kontrak Su-35 Flanker-E untuk Indonesia, Benarkah Kemahalan?

Setelah itu pimpinan raker, Meutya Hafid mengambil alih rapat. Dia meminta Prabowo menyampaikan pandangan.

Prabowo mengaku bahwa awalnya dia mengira raker dengan Komisi I bersifat tertutup sejak awal. Namun, mantan Danjen Kopassus itu mengaku bersedia jika raker bersifat terbuka.

“Jadi sedapatnya, saya sebetulnya mengira bahwa seluruhnya ini adalah tertutup sebagaimana menhan-menhan yang dulu. Jadi itu sikap saya. Kalau kita mau ulangi soal anggaran bisa. Maksudnya apa? Kan kita sudah tahu anggarannya, 131 (Rp 131 triliun) sekian-sekian, komponennya kan sudah tahu. Tapi kalau memang dibutuhkan, saya siap,” tutur Prabowo.

Tapi Prabowo mengatakan, tak akan membahas soal anggaran terlalu terbuka. Prabowo menekankan bahwa ia bertanggung jawab terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tapi kalau saya merasa saya ditekan untuk terlalu terbuka saya tidak akan lakukan. Saya bertanggung jawab terhadap Presiden RI, tapi bersedia kepada saudara-saudara, apa saja secara tertutup saya bersedia. Tapi maaf saya tidak akan mau berbicara terlalu terbuka,” sebutnya.

Pada akhirnya Prabowo tidak memaparkan anggaran secara terbuka. Raker kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan, masukan dan pertanyaan dari masing-masing perwakilan fraksi.

Sumber: detik.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan