Setelah Suriah, Turki Kini Invasi Libya

Angkatan Laut Turki telah secara resmi bergabung dalam pertempuran di Libya dengan menargetkan pesawat tempur yang mendukung Tentara Nasional Libya (LNA).

Pada tanggal 1 April pagi, kapal perang Angkatan Laut Turki yang diparkir di lepas pantai kota Sabratah di sebelah barat ibukota, Tripoli, meluncurkan rudal RIM-66E-05, yang dilaporkan di sebuah kendaraan udara tak berawak (UAV) yang mendukung LNA.

Sumber-sumber Libya membagikan foto-foto sisa-sisa rudal serta kapal perang, yang tampaknya merupakan fregat kelas-G. Delapan frigat jenis ini, yang merupakan versi modern dari frigat berpemandu berpangkalan kelas Oliver-mantan Hazard Perry dari Angkatan Laut AS, sedang aktif di Angkatan Laut Turki.

Beberapa sumber mengklaim bahwa rudal jarak menengah Rim-66E-05 menembak jatuh salah satu Drone UAV milik Uni Emirat Arab yang beroperasi di Libya. Namun, ini belum diverifikasi.

Brig. Jenderal Ahmad al-Mesmari, juru bicara LNA, membenarkan bahwa kapal perang Angkatan Laut Turki melepaskan tembakan. Namun, ia mengklaim bahwa rudal yang diluncurkan oleh Kapal fregat menargetkan kota Ajaylat, dekat Sabratah. Klaim-klaim ini kemungkinan besar salah, karena RIM-66E-05 tidak diketahui memiliki kemampuan serangan darat.

Turki memulai intervensi militer di Libya beberapa bulan lalu untuk mendukung Pemerintahan hasil perjanjian GNA / Goverment National Accord. Ankara mengerahkan senjata berat, sistem pertahanan udara, pesawat tempur dan ribuan tentara bayaran dari Suriah di Libya.

Baca Juga:  Israel Serang Suriah Berdalih Menyasar Pangkalan Militer Iran

1 Trackback / Pingback

  1. Gaji Belum Dibayar Turki, Tentara Bayaran Suriah Merana Di Libya – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan