Sudah Pensiun, Tapi Pesawat F-117 Nighthawk Masih Aktif Latihan

F-117 Nighthawk Tertangkap Kamera Menjadi Pesawat Aggressor di Nellis Test and Training Range!

F-117 Nighthawk adalah pesawat pertama berteknologi siluman. Resmi dikenalkan pada tahun 1983. Aksinya menggemparkan dunia saat invasi Amerika Serikat ke Panama pada 1989 saat menghancurkan pangakalan udara AU Panama. Sejak saat itu julukan Pesawat Agressor melekat padanya.

F-117 resmi dipensiunkan pada tahun 2008. Nasib F-117 yang masih tersisa menjalani proses demiliterisasi dan dihibahkan ke museum untuk pajangan.

Tapi nyatanya, si Nighthawk tetap terlihat diterbangkan di daerah Nevada dan California. Masih belum ada yang tahu persis untuk apa Nighthawk masih diterbangkan, namun fotografer Kris Tanjano telah mengkonfirmasi sebuah jawaban lewat pengamatan yang dilakukan di Nellis Test and Training Range.

Pada tanggal 3 Desember 2019, Kris melihat sebuah F-117 bersama 4 F-16 melawan F-15 dan F-22. F-117 memakai callsign KNIGHT, F-16 memakai callsign GOMER dan MIG, dan mereka berkomunikasi dalam frekuensi aggressor. F-16 datang berpasangan dan menyerang Blue Force yang terdiri atas F-22, F-15 dan kemungkinan B-1. F-117 menyusul di ketinggian rendah, dari belakang F-16 dan menuju ke Blue Force. Terjadi pertempuran selama 5-10 menit sebelum reset untuk percobaan kedua. Kembali F-16 datang dari posisi overhead, diikuti F-117 yang terbang rendah.

Aggressor menyebutkan sasaran beberapa kali, yang berupa ‘heavy aircraft’ di ketinggian rendah yang Kris percaya merupakan sebuah B-1. Namun ia tidak dapat mengkonfirmasi hal ini. Setelah latihan selesai, aggressor langsung RTB (return to base) dan F-16 segera mengarah kembali ke Nellis AFB. Sebelumnya, mereka bertemu dengan satu F-117 yang sedang kembali ke Tonopah. Beberapa menit kemudian, frekuensi Silverbow (Tonopah) langsung aktif dengan check-in yang dilakukan oleh KNIGHT.

Baca Juga:  Israel Tunjukkan Foto Satelit Pangkalan Militer Iran di Suriah

Sekarang dapat dikonfirmasi bahwa Nighthawk masih diterbangkan sebagai pesawat aggressor dalam pengembangan taktik. F-117 dapat menjadi aggressor yang alot karena minimnya emisi elektronik dari avionik pesawat tersebut, contohnya tidak adanya radar serta adanya sistem navigasi inersial sehingga Nighthawk tidak bergantung kepada GPS.

Selain itu, armada F-15C, F-15E dan F-16C USAF sedang mendapatkan radar-radar AESA baru sehingga pilot mereka membutuhkan peluang pembelajaran kapabilitas melawan sasaran dengan RCS kecil. Dalam skenario yang dijelaskan Kris, terlihat bahwa F-117 mencoba menyelinap ke dalam wilayah lawan dengan memanfaatkan ground clutter saat terbang rendah, sehingga menjadi sasaran yang sulit bagi Blue Force.

Terlepas dari aktivitas penerbangan yang masih berjalan, 12 dari 51 F-117 yang masih tersisa telah disisihkan untuk museum dimana dua telah dikirimkan dan satu akan ditampilkan dalam waktu dekat. Demiliterisasi Nighthawk dilakukan dengan jumlah empat pesawat per tahunnya.

Sumber:

Hex/Lighting II Chan
https://www.thedrive.com/the-war-zone/31361/f-117s-spotted-playing-stealthy-aggressor-against-f-15s-and-f-22s-over-nellis-range

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan