Sudah Punya Su-35 dan Rafale, Mesir Masih Membeli Eurofighter Typhoon

Ini Mesir keren banget dalam membangun kekuatan tempurnya. Semua jenis pesawat tempur dari Amerika, Rusia dan Eropa diborong semua.

Kabar terbaru, Mesir sedang menyelesaikan kesepakatan $3 miliar dengan Italia untuk pembelian 24 jet tempur Eurofighter Typhoon. Alhasil, Angkatan Udara Mesir (EAF) saat ini memiliki armada jet yang beragam.

Setelah penandatanganan perjanjian damai Mesir-Israel pada tahun 1979, Kairo membeli sebagian besar pesawat tempurnya dari Amerika Serikat, yang menggantikan Uni Soviet sebagai pemasok senjata utamanya. Menjadikan, Mesir memiliki armada F-16 terbesar keempat di dunia.

Sejak 2014 dibawah Abdel Fattah el-Sisi yang menjadi presiden Mesir. Dia berusaha untuk mendiversifikasi militer Mesir, termasuk angkatan udara, dan agar tidak bergantung pada Washington. Sebagai bagian dari upaya ini, Kairo menjadi pembeli asing pertama jet tempur multiperan Dassault Rafale Prancis pada 2015 yang bernilai miliaran dolar.

Menggabungkan teknologi aviasi dari Prancis dan Amerika bukanlah hal yang langka atau unik. Qatar, misalnya, membeli F-15 canggih dari AS, Rafales dari Prancis, dan Eurofighters dari Inggris. Tapi hebatnya Mesir, mereka juga sudah meneken kontrak pembelian Su-35.

Pada tahun 2018, Mesir telah melakukan pesanan untuk Su-35 Flanker-E Rusia yang lebih canggih dalam kesepakatan $ 2 miliar, walau ada peringatan tegas AS di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) tapi Kairo tetap bergeming.