Sukhoi S-70 Okhotnik, Calon Andalan Jet Tempur Rusia Di Masa Depan

Pesawat tempur nirawak siluman Sukhoi S-70 Okhotnik dijadikan calon pengganti untuk seluruh jenis pesawat jet tempur Rusia, termasuk jet tempur siluman generasi kelima Su-57. Militer dan para ahli pesawat tempur Moskow mengungkap rencana tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia melalui seorang juru bicara mengatakan kepada surat kabar Izvestia bahwa pasukan kedirgantaraan berencana untuk membuat detasemen Okhotnik di distrik militer barat dan selatan pada tahun 2024.

Kendaraan Udara Nirawak (UAV) tersebut dibangun dengan bahan komposit dan lapisan stealth (siluman). S-70 Okhotnik dirancang untuk menyelinap melewati sistem radar musuh dengan persenjataan hingga 2,8 ton, termasuk rudal jelajah, bom presisi, dan senjata udara-ke-udara (air-to-air).

Kementerian Pertahanan mulai menguji terbang S-70 Okhotnik pada Agustus lalu. “Pada intinya, Okhotnik adalah pesawat tanpa awak untuk perang besar,” kata Anton Lavrov, seorang pengamat militer yang berspesialisasi dalam pesawat militer, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (18/9/2019).

Menurut analis, S-70 dirancang secara khusus untuk menerobos sistem pertahanan udara yang padat, termasuk sistem rudal anti-pesawat paling modern dan bahkan jet tempur musuh. “Sisa dari sistem serangan kami yang saat ini sedang dikembangkan oleh industri militer kami tidak cocok untuk digunakan dalam menerobos pertahanan udara dan beroperasi melawan musuh yang serius,” ujar Lavrov.


Dengan kata lain, lanjut anlis tersebut, Okhotnik dapat benar-benar menjadi pengganti pesawat tempur seutuhnya dalam beberapa situasi.

Baca Juga:  ​RPG-7, Roket Panggul Serbaguna Paling Menakutkan

Gagasan “pengganti” seluruh pesawat tempur sedikit berlebihan. Bulan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman video operasi Okhotnik bersama jet tempur Su-30SM. Rekaman video itu menunjukkan bahwa Okhotnik dirancang dari awal untuk terbang bersama Su-57, dan untuk menikmati konektivitas elektronik dan kemampuan berbagi data.

Dengan kata lain, S-30 dapat menjadi “wingman” otonom, dan rencana menjadikan S-70 Okhotnik sebagai pengganti seluruh pesawat tempur Rusia setidaknya baru bisa terjadi dalam beberapa dekade mendatang.

Pentagon diketahui mulai bekerja pada inisiatif serupa. Awal tahun ini, para pejabat mengungkapkan bahwa Lockheed Martin dan Boeing sedang mencari cara untuk memasukkan drone sebagai “pendamping” pesawat tempur F-35 dan F-15EX di bawah apa yang disebut sebagai program “Skyborg”.


China dilaporkan memiliki program serupa dalam karya-karya dengan desain robot “wingman” LJ-1-nya, dengan drone itu juga diklaim mampu digunakan sebagai misi “kamikaze” yang sarat bahan peledak.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan