Sukses Lolos Arhanud S-300 Rusia, Israel Ajari AS dan NATO Untuk Tembus S-400

Suriah adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang masih terus berperang dengan sebagai musuh berat Israel. Dua negara ini sampai sekarang tidak punya hubungan diplomasi.

Untuk pertahanan, Suriah mengandalkan sistem pertahanan udara (arhanud) buatan Rusia untuk menghalau pesawat-peswat tempur Israel. Mulai dari S-200, S-300 sampai yang terbaru S-400.

Walhasil, Israel kaya pengalaman dalam hal mengelabui lolos dari sistem pertahanan buatan Rusia tersebut. Walaupun ada juga yang kena tembak dan jatuh.

Pengalaman Israel ini kemudian dibagikan ke negara-negara sekutu Israel dan NAtO dalam bagaimana harus menghadapi sistem hanud jarak jauh asal Rusia seperti S 300 dan S 400.

Seperti dikutip dari Rusia Today (16/11/2019) AS dan beberapa negara Eropa plus Israel melakukan latihan Blue Flag 2019, dalam latihan tersebut pilot-pilot Sekutu berlatih menembus rapatnya sistem hanud S 300/400 yang disimulasikan oleh rudal Patriot yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga para pilot terbiasa ketika harus menghadapi S 300/400 dalam kondisi sesungguhnya.

Dalam latihan yang berlokasi di Gurun Negev, Israel sebanyak 800 prajurit dan 100 pesawat tempur termasuk jet tempur F35A Lightning dan F 35A Adir diturunkan sebagai ujung tombak serangan. Penunjukan F 35 sebagai “Komandan” serangan bukan tanpa sebab karena pesawat ini sudah berkali-kali menembus sistem hanud S 300/400 milik Suriah dan Rusia.

Sebelumnya selain menembus sistem hanud Suriah dan Rusia, F 35A Adir milik AU Israel berhasil juga menembus sistem hanud S 300 milik Iran. Tembusnya pesawat siluman Israel di atas wilayah udara Iran mengakibatkan Komandan AU Iran Brigjen Farzad Ismaili dicopot jabatannya.

Baca Juga:  Jumlah F-35A Milik AU Amerika Telah Mencapai 196 Unit

Selain berlatih menembus sistem hanud F35A Adir juga berperan sebagai skuadron aggressor, dalam peran ini F 35A Adir ditugaskan untuk bertempur dengan pesawat tempur generasi 4 yang mayoritas dimiliki oleh negara-negara NATO. Hal ini untuk memberikan tantangan kelak agar pilot-pilot NATO tidak kaget ketika melawan jet generasi lima Rusia Su 57.

2 Komentar

  1. sebentar lagi negara tetangga yang punya mainan baru F35 ngetes siluman nya di langit nusantara, apalagi dulu sempat rencana membom Jakarta dgn F 111 Advark nya saat konflik Timtim, Indonesia yg terlalu santuy dalam modernisasi alutsista nya, pulhan tahun hanya percaya SHORAD, sekelas S300 & S400 saja masih bisa di akali apalagi hanya sekelas mistral, sinbad QW3 oerlikon apalagi meriam kelas di bawah nya, selama Indonesia budget pertahanan nya hanya di bawah 1% dari PDB apalagi sebagian besar habis utk personel kekuatan alutsista indonesia hanya akan segitu segitu saja. Kewajiban pemerintah & TNI dalam melindungi tanah air beserta isi nya, sdh banyak pabrikan jet tempur yg menawarkan produksi nya di Indonesia harus nya kesempatan utk reverse engineering, malah di tolak dgn dalih sdh punya IFX yg setengah hati dan mangkrak, dana yg sudah masuk jadi mubazir, cobalah pemerintah global mindset, open mind, go beyond keluar dari zona nyaman

Tinggalkan Balasan