Takut Dipaksa Ikut Perang, 3 Juta warga Diperkirakan Lari Dari Negaranya

Federal Security Service (FSB) atau lembaga intelijen Rusia memperkirakan ada 300.000-3,8 Juta warga Rusia pergi dari negaranya dalam periode Januari-Maret, jumlah ini akan jauh lebih banyak paska pengumuman wajib militer yang dilakukan Pemerintah.

Sebuah survei baru baru ini pada bulan Agustud dari organisasi non-Pemerintah (NGO) OK Russians mengatakan bahwa usia rata rata orang Rusia yang meninggalkan negara itu sejak 24 Februari adalah 32 tahun, sementara 80% dari mereka memiliki gelar pendidikan tinggi.

Banyak dari mereka ingin hidup lebih baik diluar Rusia, contohnya adalah wanita 25 tahun bernama Sonya, yang bekerja di perusahaan game seluler besar dan bekerja sebagai tutor, membuat salah satu keputusan terberat dalam hidupnya dengan meninggalkan Rusia. Ia memiliki apartemen tua di Moskow dan tinggal bersama pacarnya bersama dua temannya, ia bersama rekan lainnya memilih keluar dari Rusia karena iklim perekonomian yang tidak sehat dan ancaman perang.

Jumlah exodus warga Rusia yang melarikan diri kali ini akan jauh berkali kali lipat lebih banyak ketimbang junlah exodus paska runtuhnya Uni Soviet, pada tahun 1992-93 tercatat sekitar 1,2 Juta orang Rusia keluar dari negara itu.

Para ahli meyakini banyaknya exodus Rusia dengan berpendidikan dan anak anak muda akan merusak sektor sektor akademisi, teknologi dan ekonomi Rusia. Menurut NGO OK Russians, mayoritas exodus memilih negara Turki, Georgia dan Armenia sebagai negara yang akan mereka tempati atau sebagai batu loncatan ke negara Barat.