Terbang ke Amerika, Prabowo Akankah Lobi Beli F-16 Viper?

Sudah hampir 5 tahun langit Indonesia kosong kawalan pesawat tempur interceptor setelah F-5 Tiger di Skadron-14 dipensiunkan. Sedangkan Sukhoi Su-35 sebagai pengganti belum juga datang sampai sekarang.

Kabar terbaru, Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) mengemukakan bahwa pihaknya memilih mendatangkan dua skadron F-16 Viper. Jelas ini pertanda Su-35 dibatalkan.

Karena rencana awalnya, adalah penggantian pesawat 1 Skadron (diisi Su-35) lalu penambahan 1 Skadron tempur baru yang akan diisi F-16 Viper. Lha kok sekarang dua-duanya F-16 Viper?

Kabar lainya, Menhan Prabowo Subianto disebut sudah tak lagi ditolak untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat. Ketum Gerindra itu bahkan disebut akan terbang ke Negeri Paman Sam dalam waktu dekat.

Foto: detik.com

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Prabowo tak lagi ditolak oleh AS. Ini terbukti karena pihak AS kini melakukan pendekatan ke mantan Danjen Kopassus itu.

“Ini aja dari Kedutaan Amerika sudah datang berkunjung, sudah bertemu ke Pak Prabowo dan juga ada beberapa undangan-undangan dari Amerika,” ujar Dasco saat dimintai konfirmasi, Senin (28/10/2019).

Prabowo pernah dilarang masuk ke Amerika Serikat pada 2000. Peristiwa itu terjadi saat Prabowo hendak menghadiri upacara kelulusan putranya di salah satu universitas di Boston, AS. Tak jelas alasan AS melarang Prabowo masuk ke negaranya.

“Nggak ada (alasan dari AS), (disampaikan) belum bisa (masuk) aja gitu. Nggak ada alasan,” tegas Dasco.

Baca Juga:  Apel Komandan Satuan TNI AL Ditutup Dengan Pendaratan Amphibi

Menurut artikel yang ditulis New York Times pada Maret 2014, AS sempat khawatir akan stabilitas Indonesia pasca-jatuhnya Soeharto. AS menjauhkan diri dari tokoh-tokoh yang dekat dengan Soeharto, termasuk Prabowo. Seperti diketahui, Prabowo merupakan mantan menantu Soeharto yang memiliki peran di era Orde Baru.

Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo pada 2000 tanpa menjelaskan alasannya mengapa. Saat itu, Prabowo berencana menghadiri kelulusan putranya yang berkuliah di Boston, AS.

Namun, setelah nama Prabowo kian besar di dunia politik Indonesia, duta besar AS untuk Indonesia diketahui berturut-turut memberikan keleluasaan untuk Ketum Gerindra tersebut. Hal itu terbukti dengan dibukanya akses bagi saudara laki-laki Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang melakukan beberapa kali perjalanan ke Washington untuk berdialog dalam kapasitasnya sebagai pengusaha.

Dasco memastikan kini kondisi telah berubah. Sang ketum sudah bisa terbang kembali ke Amerika Serikat, mengingat saat ini Prabowo juga merupakan pejabat penting di Indonesia.

“Saya pikir apa pun itu terjadi dulu, ketika Pak Prabowo menjadi menhan, itu dianggap nggak ada aja,” ucap Dasco.

“Karena memang sudah harus menjalankan tugas-tugas negara dan mau tidak mau harus berhubungan dengan negara-negara seperti AS yang pernah melarang kunjungan ke sana,” sambung Wakil Ketua DPR itu.

Akankah Menhan Prabowo ke AS untuk melakukan loby-loby pembelian Jet tempur F 16 Viper, UH 60 Blackhawk, CH 47 Chinook dan CH 130J Hercules seperti yang pernah diberitakan sebelumnya?

Baca Juga:  Lima Proyek Prestisius Divisi Kendaraan Khusus PT. Pindad Menuju Kemandirian

Sumber: detik.com

3 Komentar

  1. Bhuahahahaaa artikel abal2 fans boy barat,,,kasih dong yg jelas analisisnya su35 dibatalkan, wong 2 skuadron f16 adalah pengganti hawk kok’ lha artikel kok mengarah ke pengganti f5,,,paraaahhhhhhhhh ‍♂️‍♂️

  2. Skuadron 14 tetep SU-35; 1 skuadron F-16 viper untuk peremajaan di skuadron 1 (unit hawk 100/200 akan dialihkan ke skuadron 12); dan 1 skuadron untuk mengisi skuadron diwilayah timur

Tinggalkan Balasan