Terbukti Tangguh Pesawat Su-25 Rusia Kembali Selamat Walau Dihantam Rudal Ukraina

Jet tempur kelas dukungan udara jarak dekat Sukhoi Su-25 lainnya dari Pasukan Dirgantara Rusia (VKS) telah selamat dari serangan langsung dari tembakan pertahanan udara Ukraina.

Pada 10 Juni, sumber-sumber Rusia membagikan foto-foto jet tempur tersebut, yang dilaporkan terkena sistem pertahanan udara portabel (MANPAD). Mesin kiri jet tempur menerima serangan langsung. Meskipun mengalami kerusakan parah, jet itu mampu mendarat di pangkalan udara Rusia yang tidak disebutkan. Pilot tidak terluka akibat insiden itu.

Ini adalah Su-25 Rusia kedua yang selamat dari serangan langsung dari tembakan pertahanan udara Ukraina. Insiden seperti itu pertama kali dilaporkan pada minggu-minggu pertama operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

SUkhoi Su-25 dirancang untuk menahan tembakan pertahanan udara, terutama MANPAD. Kokpit jet tempur, tangki bahan bakar, dan mesin semuanya berlapis baja. Jet juga memiliki skema kontrol yang baik untuk meningkatkan kemungkinan selamat dari serangan.

Pertahanan diri memang ditingkatkan di versi upgrade Su-25 SM3, yang dilengkapi dengan suite perlindungan Vitebsk-25. Suite ini mengintegrasikan satu set sensor ultraviolet untuk peringatan dengan pendekatan rudal Zakhvat ke depan dan ke belakang, radar homing dan sistem peringatan L-150-16M Pastel, dua dispenser sekam UV-26M 50 mm dan sepasang L-370-3S yang dipasang di sayap. pod pengacau radar. Jet tempur yang selamat ini sendiri bukan versi upgrade SM3.

Baca Juga:  Amerika Kerahkan Ribuan Sipil Bersenjata Hadapi Turki di Afrin

Su-25 VKS telah menyediakan bantuan bagi pasukan Rusia di sepanjang garis depan di wilayah Donbass dengan dukungan serangan udara jarak dekat. Biasanya, mereka dipersenjatai dengan roket terarah S-13, yang memiliki hulu ledak 21-32 kilogram dan jangkauan 3-6 kilometer tergantung pada variannya.

Sementara Ukraina masih bisa mempertahankan beberapa pertahanan udara dengan rudal manpads pemberian barat, AU Rusia terus berusaha mempertahankan supremasi atas wilayah udara negara itu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan