Terkait Mundurnya Tiga Calon TNI asal Papua Adalah Hal Yang Wajar

Beredar video tiga siswa Papua di Medsos yang ingin mundur dari pendidikan militer karena tidak kuat menjalani beratnya proses pendidikan TNI yang dianggapnya cukup berat.

Dalam tayangan berdurasi 7 menit 15 detik tersebut terlihat tiga orang siswa yang mengalami mental down sehingga ingin mundur dari pendidikan militer. Lalu seorang pembina/pelatih dengan cara merekam memberikan motivasi terhadap siswa tersebut agar kembali memiliki semangat.

TNI memberikan penjelasan mengenai video yang beredar. Dalam press release, TNI menjelaskan bahwa setiap proses pendidikan militer akan berlaku hukum seleksi alam. Bagi mereka yang memiliki jiwa yang kuat, tahan menderita dan teguh pada pendirian akan sukses dalam menjalani pendidikan dan kokoh dalam mengemban segala tugas dan tanggung jawab seberat apapun tantangan yang dihadapinya sebagai seorang prajurit kesatria.

Tetapi bagi mereka yang bermental lemah, cengeng dan pengecut serta penakut dengan sendirinya akan tersisi dan terseleksi. Karena hanya orang-orang yang bermental baja yang mampu menghadapi berbagai tantangan.

Perlu juga ditegaskan bahwa dalam rekrutmen anggota TNI tidak ada unsur paksaan bagi siapapun, mungkin saja ada dorongan dari personel TNI di wilayah atau dari pihak manapun, tetapi bukan berarti dalam bentuk paksaan apalagi ancaman.

Setiap calon TNI akan mengajukan lamaran secara sukarela, dan akan menandatangani surat kesanggupan mengikuti pendidikan dan melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI serta siap ditempatkan di manapun di seluruh wilayah NKRI.

Baca Juga:  Nasib Kapal Induk Thailand (CVH 911)

Setiap peserta akan menjalani serangkaian tes yang sangat ketat dan faktanya tidak semua yang mendaftar pasti lulus dan sukses menjadi seorang prajurit. Sistem seleksi yang dihadapi tidak hanya pada masa rekrutmen, tetapi seleksi akan terus berjalan baik dalam pendidikan maupun dalam penugasan sebagai prajurit TNI kelak.

Namun demikian khusus di Papua TNI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra putri Papua untuk menjadi anggota TNI. Karena itu khusus orang Papua standar tes akan diturunkan tanpa mengabaikan stadar pokok yang sudah ditetapkan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan