Tes Rudal Hipersonik AS Gagal Lagi, Makin Ketinggalan Dari Rusia dan China

Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah gagal dalam uji coba rudal hipersoniknya. Dalam uji coba yang dilakukan di Kompleks Pelabuhan Antariksa Pasifik di Kodiak, Alaska pada Kamis waktu setempat.

Dalam keterangan pers yang dirilis oleh Pentagon, penyebab kegagalan adalah tumpukan booster, yang merupakan roket yang digunakan untuk mempercepat proyektil ke kecepatan hipersonik, gagal dan uji proyektil, badan luncur hipersonik, tidak dapat dilanjutkan.

Karena roket gagal, Pentagon tidak dapat menguji badan luncur hipersonik, yang merupakan komponen kunci yang diperlukan untuk mengembangkan senjata hipersonik.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi AS dalam perlombaan rudal Hipersonik dengan rivalnya, Rusia dan China sudah berhasil dalam uji coba mereka masing-masing.

Terbang dengan kecepatan suara lebih dari Mach 5, senjata hipersonik sulit dideteksi dan sulit dilumpuhkan oleh rudal sistem pertahanan apapun yang saat ini ada di dunia. Rudal hipersonik dapat melakukan perjalanan pada lintasan yang jauh lebih rendah daripada rudal balistik lengkung tinggi, yang dapat dengan mudah dideteksi. Hipersonik juga dapat bermanuver dan menghindari radar sistem pertahanan rudal.

AS menjadikan pengembangan senjata hipersonik sebagai salah satu prioritas utamanya, terutama karena China dan Rusia sedang bekerja untuk mengembangkan versi mereka sendiri. Kegagalan tersebut merupakan pukulan lain bagi upaya AS setelah uji coba yang gagal pada bulan April dan terjadi beberapa hari setelah China dilaporkan telah berhasil menguji kendaraan luncur hipersonik.

Baca Juga:  Ini Klaim China Atas Laut Natuna Indonesia

Sedangkan Rusia sudah memiliki rudal Hipersonik Zircon yang sudah pada tahap siap ditembakkan ke arah musuh.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan