Tiga Tentara Turki Ditembak Pemberontak Suriah Sokonganya Sendiri

Pernyataan resmi Ansar Abu Baker As-Siddiq

Akhir pada 16 Januari, tiga prajurit Turki yang ditempatkan di wilayah barat laut Suriah di Provinsi Idlib, Suriah, tewas terkena tembakan penembak jitu.

Sebuah kelompok pemberontak anti pemerintah yang menamakan dirinya “Saryat Ansar Abu Baker As-Siddiq” mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu mengatakan para pejuangnya menargetkan tiga anggota dinas militer Turki, yang berjaga di sebuah pos di kota Batabo di utara Idlib, dengan senapan penembak jitu yang dilengkapi dengan pemandangan termal.

Sebuah sumber di Front Nasional Pembebasan Suriah, perwakilan utama Turki di Greater Idlib, mengatakan kepada situs berita “Enab Baladi” bahwa salah satu korban yang terluka sekarang dalam kondisi kritis. Kementerian Pertahanan Nasional Turki belum mengomentari insiden tersebut.

Sangat sedikit yang diketahui tentang Saryat Ansar Abu Baker As-Siddiq, yang mungkin terkait dengan al-Qaeda. Pada 27 November 2020, kelompok tersebut melakukan serangan pertamanya terhadap pasukan Turki di Greater Idlib. Sel kelompok itu menyerang sebuah pos Turki di kota Marj al-Zuhur di Idlib barat dengan sepeda motor yang dipasangi bom. Tidak ada kerugian yang dilaporkan saat itu.

Serangan kedua terjadi pada 6 Desember. Seorang anggota dinas Turki tewas dan satu lagi terluka setelah ditembak oleh pejuang kelompok itu di dekat kota Maataram di selatan Idlib.

Pernyataan resmi Ansar Abu Baker As-Siddiq

Beberapa aktivis Suriah percaya bahwa kelompok jihadi terkait dengan Hay’at Tahrir al-Sham yang berafiliasi dengan al-Qaeda, yang memerintah Provinsi Idlib Suriah dengan dukungan langsung dari Turki. Ini belum bisa dikonfirmasi.

Baca Juga:  Israel Diminta Stop Ekspor Senjata Ke Myanmar

Militer Turki mempertahankan lebih dari 60 pos, kamp, ​​dan pangkalan di seluruh Idlib Raya. Sebagian besar posisi ini berada di wilayah yang dikuasai oleh kelompok teroris. Ankara telah berbuat sangat sedikit untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok ini. Sebaliknya, Turki lebih suka menyebut mereka sebagai ‘oposisi moderat’ dan memberi mereka dukungan langsung.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan