Tiongkok Akhiri Produksi Jet Latih Tempur JL-9

Pesawat latih jet Guizhou JL-9 Tiongkok yang dikembangkan untuk angkatan udara negara tersebut telah roll off dari jalur
perakitan untuk terakhir kalinya pada hari Senin (05/06).

JL-9, yang juga dikenal sebagai FTC-2000 Mountain Eagle (Shanying), adalah pesawat latih tempur dua kursi yang dikembangkan oleh Guizhou Aviation Industry Import/Export Company (GAIEC) untuk Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) dan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLANAF).

FTC-2000 dimulai sebagai private venture GAIEC untuk mengembangkan pesawat latih murah untuk pesawat generasi keempat. Pesawat latih tersebut ditampilkan pertama pada pameran China International Aviation & Aerospace Exhibition 2001, ECNS.CN melaporkan pada hari Senin (05/06).

JL-9 bersaing dengan Hongdu JL-10 untuk memenuhi kebutuhan pesawat latih tingkat lanjut PLAAF dan PLANAF. JL-10 lebih berteknologi maju dan lebih mahal daripada JL-9. Pada 2013, keduanya memasuki tahap produksi. JL-9 diadopsi oleh PLAAF dan PLANAF, sementara JL-10 diadopsi oleh PLAAF dalam jumlah kecil.

Sebuah varian pesawat latih untuk kapal induk ditampilkan oleh media pemerintah Tiongkok pada tahun 2011, dan diberi nama JL-9G.

Guizhou JL-9 masih menggunakan mesin, bagian ekor (empennage) dan kontrol mekanis dari pesawat pendahulunya, Chengdu J-7 (MiG-21 buatan Tiongkok), namun diberi sayap baru, fuselage depan dengan intake udara disamping dan kokpit dengan glass cockpit.

Varian FTC-2000G menggunakan diverterless supersonic inlet dan memiliki lebih banyak hardpoint. FTC-2000G lebih berat, lebih lambat dan endurancenya kurang dari FTC-2000.

Baca Juga:  C-130J Super Hercules atau A400M Atlas, Menhan dan KSAU Beda Pandangan Soal Pesawat Angkut Berat

JL-9G adalah modifikasi JL-9 untuk pesawat latih di kapal induk. Pesawat ini dirancang untuk lepas landas dari ski-jump dan arrested landing dan memiliki sebuah tailhook.

Pada bulan November 2016, dilaporkan bahwa Sudan telah memesan enam jet FTC-2000 dari Tiongkok.

Sumber : defenseworld.net.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan