TNI Belanja Alutsista Bukan untuk Perang

“Sehingga kalau sekarang pun TNI ingin memperkuat posisinya dalam percaturan ASEAN saja, dengan memperkuat alutsista (alat utama sistem persenjataan), itu sebenarnya bukan dalam rangka menghadapi ancaman-ancaman agresi.”

Begitulah kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jend TNI Purn Wiranto ketika menjelaskan mengenai penguatan posisi tawar dalam diplomasi, khususnya di tingkat ASEAN.

Pembelian alutsista dengan teknologi canggih, menurut mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan RI itu, selain untuk kepentingan dalam operasional patroli dalam negeri, adalah agar Indonesia tidak dipandang remeh oleh negara lain.

Menurutnya, pengembangan alutsista tidak untuk persiapan perang. Karena ancaman perang dengan negeara lain, hingga saat ini masih belum ada.

Hal tersebut dinyatakan dalam acara pertemuan para petinggi universitas/kampus bertajuk “Coffee Morning” di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), jalan Medan Meredeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Dalam acara tersebut hadir beberapa pembantu rektor dan wakil rektor dari universitas sejabodetabek, di antaranya: Universitas Nasional, Universitas Pertahanan, dan Universitas Islam Negeri Jakarta Syarif Hidayatullah.

Sumber : tribunnews.com

Baca Juga:  Aljazair Beli 300 Kendaraan Tempur BMPT-72 Terminator

3 Komentar

  1. knp utk meningkatkan nilai tawar musti harus belanja alutsista, bukankah ini sama dg mengancam lawan diplomasinya ?

  2. Sangat setuju dengan pak Wiranto.. Modernisasi Alutsista TNI untuk memperkuat nilai tawar NKRI agar tidak dipandang remeh. Kami sangat merindukan Sukhoi SU35 nya komandan.

Tinggalkan Balasan