TOR-M2: Sistem Pertahanan Udara Rusia Denhan Mobilitas Tinggi

Selain sistem pertahan udara (hanud) statis/diam, Rusia juga memiliki sistem pertahanan udara dinamis/mobile. Sistem tersebut diberi nama TOR-M2.

Sistem hanud rudal TOR-M2 adalah sistem pertahanan udara bergerak permukaan-ke-udara ketinggian rendah hingga menengah. Sistem ini dirancang untuk menghalau pesawat, helikopter, rudal jelajah, dipandu dengan amunisi presisi, kendaraan udara tak berawak dan ancaman rudal balistik jarak pendek.

Sistem ini adalah warisan dari pengembangan Uni Soviet di bawah nama GRAU 9K330 TOR, sistem ini umumnya dikenal dengan nama SA-15 “Gauntlet”. Sistem ini kemudian dikembangkan dengan nama 3K95 “Kinzhal”, juga dikenal sebagai SA-N-9 “Gauntlet”.

TOR-M2 merupakan sistem pertahanan udara pertama di dunia yang sejak awal dirancang untuk menembakkan senjata berpemandu presisi seperti AGM-86 ALCM, yang mampu menembak dengan akurat baik pada siang dan malam hari, ataupun dalam cuaca buruk.

Sistem ini juga dapat mendeteksi target saat beraktivitas. Namun, sistem ini tidak bisa ditembakan dalam kondisi sedang berjalan dalam kecepatan tinggi. Tapi, percobaan sedang dilakukan untuk menghilangkan pembatasan ini.

Pengembangan sistem rudal TOR dimulai pada 4 Februari 1975, sebagai tanggapan atas arahan Komite Sentral CPSU. Diprakarsai sebagai penerus 9K33 Osa, pengembangan pada versi berbasis darat dilakukan secara paralel dengan varian yang bisa ditempatkan di kapal perang ukuran sedang.

Tanggung jawab untuk pengembangan diberikan kepada biro desain Antey, rudal yang dirancang oleh MKB Fakel dan biro desain Altair bertanggung jawab atas pengembangan Kinzhal. Semua pengembang dan produsen sistem rudal TOR disatukan ke dalam Almaz-Antey pada tahun 2002.

Baca Juga:  F-15E Strike Eagle AS Kini Mampu Angkut Rudal Standoff JASSM-ER

Varian terbaru dari sistem ini adalah TOR-M2DT. Sistem pertahanan rudal ini digerakkan oleh DT-30PM, sebuah kendaraan untuk segala medan.

Menurut militer Moskow, sistem pertahanan rudal itu mampu mendeteksi lebih dari 40 target udara, melacak dan menghantam hingga empat target secara bersamaan pada jarak hingga 12 kilometer dan pada ketinggian hingga 10 kilometer.

Rusia sendiri diketahui telah mengerahkan TOR-M2DT ke Lembah Pechenga, dekat perbatasan Norwegia. Armada Utara Militer Rusia, dalam sebuah pernyataan mengatakan, tentara sekarang dapat mengoperasikan sistem pertahanan udara baru tersebut.

Lembah Pechenga terletak di Semenanjung Kola di sepanjang perbatasan dengan Norwegia dan Finlandia. Jarak dari pangkalan militer lokal ke Norwegia adalah sekitar 10 kilometer. Terletak kurang dari 100 kilometer jauhnya adalah Vardo, kota Norwegia yang terkenal sebagai rumah sistem radar intelijen Globus.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan