Turki Sukses Menguji Rudal Anti Kapal ATMACA Buatan Sendiri

Menurut tweet yang diposting oleh Presiden Asosiasi Pertahanan Turki SSB pada 29 September 2020, perusahaan Turki Roketsan Perusahaan Turki telah berhasil melakukan uji coba pertama rudal jelajah anti-kapal ATMACA yang dilengkapi dengan global positioning system (GPS) dan inertial navigation system (INS). Rudal tersebut sekarang siap untuk diproduksi secara penuh.

Program untuk mengembangkan rudal jelajah anti-kapal dimulai pada tahun 2009 ketika Kantor Wakil Menteri untuk Industri Pertahanan Turki (SSM sekarang SSB) menandatangani kontrak dengan perusahaan Turki Roketsan untuk merancang rudal jelajah permukaan-ke-permukaan untuk kebutuhan Angkatan Laut Turki. Kontraktor utama, Roketsan, memulai studi desain pada September 2012, setelah menerima hasil kontrak penelitian dan pengembangan sebelumnya dengan Kantor Wakil Menteri untuk Industri Pertahanan Turki di bawah koordinasi Komando Pusat Penelitian Angkatan Laut Turki (ARMERKOM).

Setelah menyelesaikan berbagai tes, penembakan ATMACA di darat pertama terjadi pada Maret 2017. Kontrak produksi serial untuk ATMACA ditandatangani antara Roketsan dan badan Kepresidenan Industri Pertahanan pada 29 Oktober 2018. Rudal tersebut akan dioperasikan oleh Angkatan Laut Turki pada korvet Ada-class, fregat kelas-G, fregat kelas Istanbul, dan kapal destroyer kelas TF-2000 yang tengah dikembangkan.

Pada tanggal 3 November 2019, Angkatan Laut Turki melakukan penembakan pertamma dari kapal korvet kelas Ada TCG Kinaliada di Laut Hitam.

ATMACA adalah rudal anti-kapal presisi tinggi, jarak jauh, permukaan ke permukaan, yang dikembangkan, dirancang, dan diproduksi oleh perusahaan Roketsan Turki. Sistem kontrol peluncuran rudal diproduksi oleh raksasa pertahanan Turki ASELSAN, sedangkan fire control system dikembangkan oleh Komando Pusat Penelitian Angkatan Laut Turki (ARMERKOM).

Baca Juga:  USS Zumwalt Batal Pakai Senjata LRLAP

Rudal ATMACA dapat diintegrasikan ke kapal patroli, fregat, dan korvet. Rudal tersebut memiliki hulu ledak High Explosive 250 kg dengan kemampuan penetrasi. Rudal memiliki berat 800 kg dan panjang dari 4.800 hingga 5.200 mm, dengan jarak tembak maksimum 200 km.

Sumber : navyrecognition.com via TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan