Uji Fungsi Ranpur Kapa K-61, Walau Tua Harus Siap Berlaga

Untuk mengecek dan memastikan kelayakan Ranpur guna menunjang pertempuran Korps Marinir, Sebanyak 3 Unit Kendaraan Tempur (Ranpur) Kapa K-61 dilaksanakan Verifikasi III/Uji Fungsi Darat oleh Dismatal dan Dislaikmatal di PT. Astadala Tehnik Gunung Putri Bogor. Jumat (12/11/2021).

Verifikasi III/Uji Fungsi Darat Kapa K-61 tahun 2021 bertujuan mengecek dan memperbaiki disetiap kerusakan yang ada pada Ranpur dengan tidak mengabaikan bagian terkecil.

Dalam uji laik ini melibatkan 2 unit Ranpur Batalyon Kapa 1 Mar dan 3 unit Ranpur Batalyon Kapa 2 Mar.

Adapun problem dalam uji kelaikan Ranpur antara lain uji statis dinamis, manuver gerak, belok kiri dan kanan melingkar, melintasi parit, menanjak dan melewati medan offroad.

Komandan Batalyon Kapa 2 Marinir Letkol Mar Yudha Fahruliyan, S.H., M.Tr. Opsla menyampaikan perawatan yang maksimal adalah syarat mutlak dalam kesiapan operasional kendaraan tempur, seperti halnya pada Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri Kapa K-61, Ranpur yang dipergunakan untuk mengangkut Artileri saat melaksanakan Pendaratan Amfibi oleh Korps Marinir TNI AL, juga dapat dipergunakan untuk mendukung Operasi Militer selain perang, walaupun usia Ranpur yang sudah tidak muda lagi namun performa kendaraan masih layak dioperasionalkan, hal tersebut tidak terlepas dari pemeliharaan dan perawatan yang rutin dilaksanakan.

KAPA K-61 punya peran utama untuk membawa senjata artileri dari kapal jenis LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platorm Dock) hingga menuju area Howitzer steling di daratan. Bobot maksimal (termasuk payload) K-61 adalah 14.000 kg, dengan berat di air 9.550 Kg dan berat di darat 12.550 Kg. Seperti halnya ranpur/rantis peninggalan perang dingin, K-61 juga banyak dipakai oleh negara-negara sehabat Uni Soviet, di Asia Tenggara, Vietnam diketahui juga menggunakan K-61.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan