Uji Sertifikasi Mortir Kaliber 81 Buatan PT. Pindad

Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Hery Setiyono, S.Sos., M.M., pimpin gelar uji coba Sertifikasi Mortir Kaliber 81 (Mo-3) di Lapangan tembak Sub Lab uji laboratorium Dislitbangad, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (12/1/2023).

Dalam keterangan tertulis Dislitbangad pada Minggu (15/1/2023) pelaksanaan uji coba mortir kaliber 81mm yang Diajukan oleh PT. Pindad tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (12/1/2023).

Mortir kaliber 81 mm merupakan senjata kelompok tingkat Batalyon Infanteri yang berfungsi sebagai senjata lintas lengkung untuk menghancurkan sasaran kelompok. Pelontar mortir dengan kaliber 81 mm, dapat menggunakan munisi segala tipe munisi mortir kaliber 81 mm dan dilengkapi dengan bipod untuk menopang pelontar dalam pengoperasiannya. Penembakan dilakukan secara satu per satu, yang dapat mencapai jarak tembak sampai dengan 6,5 kilometer.

Sehubungan dengan hal tersebut untuk mengetahui unjuk kerja kemampuan Mortir kaliber 81 mm (MO-3), Dislitbang TNI AD menguji coba Mortir tersebut guna mendapatkan penilaian sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan kebijakan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.

Uji coba (sertifikasi) materiel TNI AD merupakan tugas penelitian karena dalam pelaksanaannya memiliki metoda dan teknik penelitian yang diatur dalam suatu tolok ukur Syarat-Syarat Tipe (SST).

Adapun Materi uji dan persyaratan meliputi berbagai aspek yaitu konstruksi dan perlengkapan, kemampuan, kelancaran kerja dan insani, kemampuan, kelancaran kerja dan insani.
Metode dan teknik pengujian menggunakan metode uji laboratorium dan3 uji lapang dan menggunakan teknik pengukuran, pencatatan dan penghitungan serta pengamatan sehingga diperoleh data terhadap sampel uji coba dengan tolok ukur syarat-syarat tipe yang berlaku.
Konstruksi dan perlengkapan untuk memastikan secara kontruksi sesuai dengan postur prajurit TNI dan dapat dibawa tanpa terlalu membebani dalam kegiatan latihan dan operasi serta dilengkapi dengan perlengkapan standar baik alat pembawa, alat pemeliharaan dan kelengkapan lainnya.

Baca Juga:  Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Tinjau Alutsista Baru M3 Pontoon

Kemampuan dengan melaksanakan uji tembak jarak efektif bertujuan untk mengetahui kemampuan Mortir 81 mm mampu di tembakkan jarak terjauh untuk memberikan bantuan tembakan kepada pasukan infanteri, uji ketelitian tembak bertujuan untuk mengetahui akurasi tembakan agar dipastikan sebar panjang (SP) dan sebat lebar (SL) sesuai dengan yang di persyaratkan dalam SST pada setiap isian dalam pengujian ditembakkan dengan isian, isian 5 dan isian 8 dengan persyaratan SP Maksimal 3 % dan SL 2% dari jarak tembak dan uji penembakan dengan isian ditambah 10 % bertujuan untuk memastikan dan memberi jaminan keamanan kepada pengguna (user) bahwa laras mortir aman ditembakkan dengan isian penuh (isian 8).

Kelancaran kerja bertujuan untuk mengetahui kemampuan Mortir 81 mm untuk digunakan di kondisi iklim di Indonesia serta aman terhadap perlakuan kasar dalam pembawaan yang terdiri dari materi uji seperti Fungsi Normal bertujuan bahwa mortir tidak terjadi malfungsi selama pengujian (seluruh mata uji), jji rendam air tawar, uji rendam air laut, uji dengan pasir, uji dijatuhkan dengan 3 posisi jatuh pada ketinggian 180 cm.

Insani bertujuan Cepat tembak 12 butir permenit diharapkan Mortir mampu memberikan bantuan tembakan cepat pada sasaran yang sama, Pembawaan mudah dengan terbagi menjadi 3 bagian kuda-kuda, laras dan landasan serta dilengkapi alat pembawa, waktu bongkar pasang bertujuan untuk mengetahui bahwa dapat dilakukan dengan cepat dalam berpindah-pindah steling, pemeliharaan dan perawatan mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus.