USS Zumwalt Batal Pakai Senjata LRLAP

USS Zumwalt (DDG 1000) kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dipastikan batal memakai meriam canggih Long Range Land-Attack Projectile (LRLAP) produksi Lockheed Martin yang bisa menembakkan roket sejauh 80 mil (40Km). 

Alasan utama karena biaya operasional meriam tersebut yang telalu mahal, yakni USD 800 ribu atau sekitar Rp10,4 miliar untuk sekali tembakan.

Kapal USS Zuwalt adalah kapal perang dengan teknologi luar biasa. Pembuatan kapal ini telah menghabiskan USD 4 miliar. Tapi lesunya ekonomi Amerika, membuat kementrian pertahanan memangkas proyek senjata yang dianggap terlalu mahal dan bisa dihemat.

Ilustrasi LLRAP (defensenews)

Seorang pejabat Angkatan Laut AS kepada Defense News, yang dikutip Selasa (8/11/2016), mengatakan bahwa rekomendasi penggunaan senjata LRAP dibatalkan, meski keputusan itu belum secara resmi disetujui. Sedianya senjata itu akan dipakai untuk momen “Combat Systems Ship Qualifications Trials 2018”.
“Semuanya tampaknya telah melakukan dengan benar. Saya tidak pernah melihat hasil tes yang menunjukkan bahwa kami punya masalah,” kata pejabat Angkatan Laut AS tersebut.

”Kami tidak memiliki masalah dengan senjata, dan tidak ada masalah dengan kapal yang membawa senjata. Kami memiliki masalah pada titik harga,” ujarnya.

Angkatan Laut AS saat ini berjuang untuk menemukan pengganti senjata yang terlalu mahal tersebut. Ada laporan bahwa alternatif solusinya adalah mencari senjata dari produsen Raytheon dan BAE Systems. Hanya saja, belum jelas berapa besar penghematan biaya operasional dari alternatif ini.

Baca Juga:  Amerika Serikat Upgrade 600 unit Pesawat F-16 Untuk Perpanjang Usia Pakai

Angkatan Laut AS berharap biaya operasional dari senjata pengganti LRLAP bisa di bawah USD 800 ribu. (defensenews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan