Walau Diancam Amerika, Mesir Akan Tetap Beli Sukhoi Su-35 Untuk Meladeni Israel

Walau diancam akan dikenai sanksi dari Amerika Serikat, Mesir akan tetap melanjutkan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Tahun ini mereka segera mendapat pengiriman jet tempur baru Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Tujuan utama dari akuisisi pesawat ini adalah untuk mengimbangi daya deteren Israel dengan pesawat F-35nya. Mesir dan Israel memang telah berdamai namun tetap saja harus saling mengimbangi daya gentar kekuatan militer antar keduanya.

Pembelian ini juga semakin menegaskan bahwa Mesir merupakan negara di Timur Tengah dengan kekuatan udara paling diperhitungkan selain Israel serta Turki tentunya.

Mengutip Asia Times, Kamis (6/8/2020) mantan Komandan Departemen Intelijen Mesir dan profesor studi strategis di Nasser Higher Military Academy, Mayor Jenderal Nasr Salem mengungkapkan jika Su-35 bakal digunakan sebagai unsur untuk mengontrol udara demi kepentingan nasional negaranya.

Mesir tetap akan membeli Su-35 walau Amerika Serikat (AS) akan memberikan sangki kepada Kairo.

Nasr Salem kemudian menuding AS pilih kasih karena Israel dipasok F-35, sedangkan Mesir tidak diberi apa-apa kecuali hanya F-16 yang tentu tak setanding dengan F-35 Lightning II.

“Mengapa AS tidak memasok AU Mesir dengan jet tempur F-35 yang dipasok ke Israel, dan malah keberatan dengan kesepakatan Su-35 Rusia..?”
kata Nasr Salem yang menegaskan jika negaranya berhak menentukan pilihan agar militer Mesir setanding dengan Israel.

Dukungan juga dilontarkan oleh anggota parlemen Komite Pertahanan dan Keamanan Mesir Mayor Jenderal Hamdi Bakhit. Bakhit menilai jika keamanan nasional Mesir di atas segalanya, silahkan saja jika AS mau menjatuhkan sanksi.

Baca Juga:  Sinyal Keras! Pesawat Siluman J20 dan SU-35 Milik China Patroli Bersama di Laut China Selatan

“Keamanan nasional Mesir-lah yang terpenting. Jika AU Mesir harus membeli Su-35 maka itu sebuah keharusan dan Kami bebas memutuskan masalah ini. AS telah memberi Israel F-35 maka Washington menerapkan standar ganda jika mengenai Mesir sanksi,” ujarnya.

Ingat kata Bakhit jika kepentingan keamanan dan kedaulatan nasional negara adalah di atas segala-galanya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan