Wamenhan: Su-35 Belum Dibatalkan, F-35 Juga Siap Kita Beli

Pemerintah Indonesia akhirnya membuka suara terhadap berita dari Bloomberg yang menyatakan bahwa pembelian Su-35 akan dibatalkan. Dilansir oleh CNN Indonesia (18/03/2020) Wamenhan RI Wahyu Sakti Trenggono memastikan bahwa pihaknya belum membatalkan pembelian 11 jet tempur Su 35 asal Rusia.

“kami tidak pernah membatalkan pembelian Su 35” Ungkap Wamenhan.

Wamenhan juga mengakui dalam proses pembelian Su-35 menghadapi beberapa kendala sehingga rencana pembelian tersebut mandeg. Sayangnya Wamenhan tidak mengutarakan apa masalah yang meliputi pembelian Su 35 tersebut.

Di sisi lain, Trenggono mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan pilihan lain. Ia mengatakan sedang membuka peluang untuk mengganti pengadaan dengan pesawat jet F-35 dari Amerika Serikat.

“Sedang menjajaki untuk mengganti pengadaan ke F-35 dari US,” ujarnya.

Tentang tawaran F35, ini bukan hal yang baru karena pada tahun 2006 ketika dibawah Menhan Juwono Sudarsono pihak Indonesia juga pernah ditawari untuk mendapatkan Joint Strike Fighter (JSF) yang merupakan nama resmi F35 dengan syarat harus membeli dahulu jet tempur tercanggih AS saat itu yaitu F16 Block 52.

Baca Juga:  ​Intip Kekuatan Marinir AS dan Pangkalan Australia, Panglima TNI Nyamar Jadi Turis

1 Komentar

  1. Jika hanya membeli F16 V ataupun F35, Indonesia masih inferior di banding singapura dan australia dimana kedua negara ini mempunyai jenis yg banyak dengan kuantiti yg lbh banyak pula, sukhoi meskipun Indonesia hanya punya 1 skadron tapi punya efek deterent yang tinggi karena full armament, tdk seperti F16 yg hanya di bekali rudal jarak pendek AIM 9 sidewinder. kecuali indonesia benar benar jadi akuisisi Rafale lengkap full armament ini akan jadi game changer, sebetul nya tawaran SAAB dulu akan membangun pabrik di Indonesia jika membeli GRIPEN adalah sesuatu yg menarik, jet tempur dgn biaya murah serta cost operasional yg rendah pas utk TNI yang anggaran nya pas pasan. sudah seharus nya Indonesia keluar dari zona nyaman, ketakutan akan keruwetan logistik jika membeli brand lain selain F16 (dgn berbagai syarat nya) harus di pupus, saat nya Indonesia memperkuat Jet Tempur nya semakin banyak Jet temput semakin ter cover kedaulatan NKRI, menambah man power di darat bukan hanya akan menambah cost pegawai infrastruktur dan operasional tapi juga perlu di pikirkan payung udara utk melindungi nya, Indonesia masih abai untuk pertahanan udara, dimana perang saat ini menonjolkan superior udara. Indonesia tidak cukup punya rudal hanud yang mumpuni utk melindungi pasukan darat dan wilayah NKRI, lain hal jika Indonesia punya cukup banyak skadron tempur dlm hitungan menit sanggup menjelajah seluruh wilayah NKRI dan melindungi pasukan darat serta tiap jengkal wikayah NKRI
    selanjut nya utk menciotakan PAGAR pertahanan sdh seharus nya oemerintah melengkapi seluruh armada KRI nya dgn rudal hanud yang mumpuni, indomesia saat ini terlalu bertele tele dan lambat dalam pengadaan alutsista, banyak nya kunjungan luar negri mestinya do barengi dengan produktifitas dalam pengadaan alutsista

Tinggalkan Balasan ke SGI Batalkan balasan