Yordania Jual Pesawat C-295 Bekas Ke Myanmar, Diprotes Aktivis Peduli Rohingya

Di tengah krisis kemanusiaan etnis Rohingya yang berlarut-larut. Yordania menjual pesawat C295 bekasnya ke Myanmar.

Keputusan ini ditentang banyak aktifis peduli Rohingya di luar Myanmar. Mereka mempertanyakan kepedulian Kerajaan Yordania pada krisis kemanusiaan yang dialami oleh minoritas di Myanmar terutama Rohingya yang mayoritas beragama Islam sama seperti Raja Yordania.

Selain itu, Yordania dianggap telah melanggar perjanjian dengan menjual.pesawat buatan Uni Eropa (UE) ke negara yang sedang diembargo. Myanmar berada di bawah embargo senjata oleh UE karena pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Muslim Rohingya pada 2016.

Namun Yordania membantah hal itu, bahwa mereka tak punya ikatan perjanjian dengan UE. Sehingga bebas menjual pesawat bekas buatan CASA (anak perusahaan Airbus).

Penjualan pesawat bekas ini jelas sangat menguntungkan bagi Myanmar.

Angkatan Udara Myanmar membeli dua pesawat Airbus CASA C295 bekas senilai US $ 38,6 juta dari Angkatan Udara Yordania. Pesawat dari Yordania itu dibeli untuk menggantikan armada Y-8 buatan China yang sudah menua.

Pesawat C295 ini dapat digunakan untuk mengerahkan pasukan terjun payung, untuk sebagai gunship. Menurut The Irrawaddy, Angkatan Udara Myanmar memiliki lima pesawat angkut Y-8 dimana salah satunya jatuh di Laut Andaman pada Juni 2017, menewaskan 122 penumpang dan awak. Sejak itu, para pemimpin militer Myanmar memilih untuk tidak membeli pesawat angkut dari China.

Baca Juga:  Siapakah Pasukan Garda Nasional Amerika Serikat

Perusahaan yang berpusat di Myanmar, Aero Sofi, disebut-sebut memfasilitasi kesepakatan itu atas nama Myanmar dan Yordania. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Aero Sofi juga akan membantu memberikan pelatihan kepada delapan pilot dan empat mekanik Myanmar yang akan menerima pelatihan “di fasilitas layanan pelatihan militer Airbus-CASA di Seville Spanyol” atau lokasi lain. Jika benar seperti itu, dukungan Airbus dan pelatihan bersertifikat tersebut akan melanggar embargo senjata UE kepada Myanmar.

Airbus dan mitranya harus memastikan bahwa Angkatan Udara Myanmar tidak diizinkan menggunakan teknologi Airbus. LSM “Justice For Myanmar” mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi status penjualan saat ini tetapi penjualan tersebut dijadwalkan akan selesai pada 30 Desember. Sementara itu Airbus tidak segera menanggapi permintaan komentar.

EADS CASA C-295 adalah pesawat angkut taktis militer twin-turboprop yang diproduksi oleh Airbus Defense and Space di Spanyol. C-295 diproduksi dan dirakit di fasilitas Airbus Defence and Space di Bandara San Pablo, yang terletak di Seville, Spanyol. Pesawat ini adalah pengembangan dari pesawat angkut Spanyol-Indonesia CASA/IPTN CN-235, tetapi dengan fuselage yang lebih panjang, kemampuan muatan 50% lebih banyak dan mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127G baru.

Sumber : militaryleak.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan